Usai bicara soal merger, Trump borong obligasi Netflix US$1 juta
Selasa, 10 Maret 2026
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membeli obligasi senilai sedikitnya US$1 juta di Netflix dan Warner Bros. Discovery, hanya beberapa hari setelah menyatakan akan terlibat dalam penilaian rencana merger kedua perusahaan tersebut.
Dikutip theguardian, informasi itu terungkap dalam laporan pengungkapan keuangan yang dirilis Gedung Putih pada Jumat. Dokumen tersebut menunjukkan Trump melakukan dua pembelian obligasi Netflix dan dua pembelian obligasi Warner Bros Discovery, masing-masing senilai minimal US$502.000.
Pembelian dilakukan pada 12 Desember dan 16 Desember, sekitar satu pekan setelah Netflix menyepakati akuisisi Warner Bros Discovery dalam transaksi senilai US$82,7 miliar. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan regulator.
Trump sebelumnya menyatakan akan terlibat dalam proses penilaian kesepakatan tersebut. “Mereka memiliki pangsa pasar yang sangat besar,” kata Trump kepada wartawan di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 7 Desember.
“Ketika mereka memiliki Warner Bros, pangsa itu akan meningkat jauh. Jadi, saya tidak tahu. Itu akan menjadi bahan penilaian para ekonom dan juga dan saya juga akan terlibat dalam keputusan itu. Namun mereka memiliki pangsa pasar yang sangat besar.”
Sehari setelah pernyataan itu, Paramount Skydance meluncurkan tawaran pengambilalihan bermusuhan senilai US$108,4 miliar terhadap perusahaan media tersebut. Penawaran itu didukung CEO perusahaan, David Ellison, dan ayahnya, miliarder teknologi Larry Ellison.
Rencana merger Netflix dan Warner Bros Discovery juga menuai kritik dari sejumlah politisi Amerika Serikat. Senator Massachusetts, Elizabeth Warren, menyebut kesepakatan itu sebagai “mimpi buruk anti monopoli”.
Kesepakatan tersebut berpotensi membawa sejumlah konten milik Warner Bros, termasuk serial Game of Thrones, ke dalam katalog streaming Netflix.
Di sisi lain, Writers Guild of America menilai merger itu dapat berdampak negatif bagi industri hiburan. Serikat pekerja tersebut menyatakan kesepakatan itu “akan menghilangkan lapangan kerja, menekan upah, memperburuk kondisi bagi semua pekerja di industri hiburan, menaikkan harga bagi konsumen, dan mengurangi volume serta keragaman konten bagi semua pemirsa.”
Dokumen pengungkapan keuangan juga menunjukkan Trump membeli sekitar US$100 juta obligasi pemerintah daerah dan korporasi antara pertengahan November hingga akhir Desember. Pada enam bulan pertama masa jabatan keduanya, ia juga dilaporkan membeli lebih dari US$100 juta obligasi yang diterbitkan oleh sejumlah institusi keuangan, termasuk Citigroup, Morgan Stanley, dan Wells Fargo.
Seorang pejabat pemerintahan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Washington Post bahwa portofolio investasi Trump dikelola oleh lembaga keuangan pihak ketiga.
“Baik Presiden Trump maupun anggota keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk mengarahkan, memengaruhi, atau memberikan masukan mengenai bagaimana portofolio diinvestasikan atau kapan investasi dibeli atau dijual,” kata pejabat tersebut.
Namun, seperti diketahui akhirnya Netflix secara resmi menarik diri dari kesepakatan senilai US$83 miliar untuk mengakuisisi studio Warner Bros. Discovery, HBO, dan layanan streaming HBO Max.
Seperti dikutip theverge.com (27/02/2026), langkah pembatalan ini diambil setelah manajemen Netflix menolak untuk menyamai tawaran baru yang dinilai lebih "superior" dari pesaingnya, Paramount.
Dalam pengumuman resminya pada hari Kamis, Co-CEO Netflix Ted Sarandos dan Greg Peters menegaskan bahwa meskipun transaksi awal tersebut diyakini dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham dan memiliki jalur persetujuan regulasi yang jelas, harga yang diminta untuk menyaingi tawaran terbaru dari Paramount Skydance membuat kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial. (DH)