Tingkatkan likuiditas, CYBR siapkan stock split 1:2

Selasa, 10 Maret 2026

image

JAKARTA – PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) berencana menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2.

Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No. S-02558/BEI.PP2/02-2026 tertanggal 24 Februari 2026, sesuai dengan ketentuan dalam POJK No. 15/2022.

Selanjutnya, manajemen CYBR akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026.

Manajemen menyampaikan bahwa harga saham perusahaan saat ini tergolong relatif tinggi sehingga tidak seluruh investor dapat menjangkaunya.

"Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 lot saham perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan," ujar manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/3).

Setelah aksi korporasi ini, jumlah saham beredar CYBR akan meningkat dari 6,71 miliar lembar menjadi 13,42 miliar lembar. Sementara itu, nilai nominal per saham akan berubah dari Rp25 menjadi Rp12,5 setelah stock split.

Manajemen CYBR menegaskan aksi korporasi tersebut tidak akan mengubah nilai ekonomi kepemilikan para pemegang saham.

“Jumlah saham dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split. Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau," jelas manajemen CYBR.

Tak hanya itu saja, manajemen CYBR juga berharap stock spkit ini dapat memberikan sejumlah manfaat, termasuk harga saham yang lebih terjangkau dan akses basis investor yang lebih luas.  

Menurut data IDNFinancials.com, harga saham CYBR sejak awal 2026 telah merosot sekitar 23,58% ke level Rp1.410. Dalam lima hari terakhir saham CYBR turun tipis 4,08%. Namun pada perdagangan hari ini hingga pukul 13.55 WIB, saham CYBR menguat 4,06%.

Mengacu harga tersebut, saham CYBR diperdagangkan dengan valuasi premium, karena setara 625 kali di atas laba per sahamnya. Dengan kapitalisasi pasar Rp9,60 triliun, Price to book value (PBV) saat ini berada di kisaran 51 kali. (DK/KR)