Fitch revisi outlook bank BUMN jadi negatif, rating tetap BBB
Selasa, 10 Maret 2026

JAKARTA - Fitch Ratings merevisi outlook peringkat empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, lembaga pemeringkat global tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit bank-bank tersebut.
Keempat bank BUMN yang outlooknya direvisi menjadi negatif oleh Fitch adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau dikenal Indonesia Eximbank.
Dalam laporan yang dirilis Senin, Fitch menyatakan Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang dalam mata uang asing keempat lembaga tersebut tetap berada pada level BBB.
Meski outlook berubah, Fitch tetap mempertahankan Government Support Rating (GSR) dan IDR jangka pendek untuk keempat institusi tersebut.
Di luar empat bank tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masih menjadi bank BUMN dengan outlook stabil.
Perubahan outlook ini mengikuti keputusan Fitch pada 4 Maret 2026, yang lebih dulu merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif.
Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap bank-bank BUMN masih kuat karena peran strategisnya dalam sistem keuangan nasional. BMRI, BBRI, dan BBNI dinilai memiliki kepentingan sistemis tinggi dengan pangsa pasar deposito sekitar 10% hingga 21% pada akhir 2025.
Selain itu, BSI dan Indonesia Eximbank juga memiliki fungsi kebijakan untuk mendukung agenda pemerintah, termasuk pengembangan keuangan syariah dan pembiayaan ekspor.
Namun Fitch menilai kemampuan pemerintah dalam memberikan dukungan, mulai melemah seiring perubahan outlook sovereign Indonesia.
“Outlook IDR jangka panjang Mandiri, BRI, BNI, dan Indonesia Eximbank direvisi menjadi negatif untuk mencerminkan outlook negatif pada peringkat sovereign Indonesia,” tulis Fitch dalam laporannya.
Untuk BRIS, Fitch menyebut peringkat jangka panjang bank syariah ini lebih banyak ditopang oleh fundamental internal yang kuat. Hal ini tercermin dari Viability Rating (VR) di level BBB-, sehingga outlook-nya tetap stabil meski outlook sovereign berubah.
Fitch menambahkan, peringkat bank-bank BUMN tersebut berpotensi turun apabila peringkat utang Indonesia ikut diturunkan. Sebaliknya, outlook dapat kembali stabil jika outlook sovereign Indonesia kembali membaik, meski kemungkinannya cukup terbatas. (DH/KR)