IHSG naik 1,41% menyusul rebound di bursa Asia, rupiah menguat

Selasa, 10 Maret 2026

image

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 7.440,91 pada perdagangan Selasa (10/3) hari ini, naik 1,41% dari perdagangan awal pekan ini.

Penguatan IHSG mendapat dukungan dari sektor barang baku, yang melesat 4,42%. Sepuluh sektor lain juga menguat, kecuali sektor teknologi yang terkoreksi 0,04%.

Analis Phintraco Sekuritas IHSG mendapat dukungan dari harga minyak mentah yang kembali melandai hari ini, serta penguatan mayoritas indeks saham di Asia.

“Secara teknikal, Stochastic RSI masih berada di area oversold, namun belum mengindikasikan terjadinya reversal,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor, setelah penutupan perdagangan hari ini.

Sebanyak 534 saham yang diperdagangkan di bursa mencatat kenaikan harga. Sementara 190 saham melemah dan 93 lainnya stagnan.

Di kawasan emerging Asia, KOSPI memimpin dengan kenaikan 5,35%. Hang Seng Indeks mengikuti dengan kenaikan 2,17%, PSEi Filipina naik 2,01%, dan SET Thailand naik 1,77%.

Sejumlah mata uang di kawasan tersebut juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dipimpin ringgit Malaysia yang menguat 1% per dolar AS. Sementara indeks dolar AS (DXY) bergerak melemah 0,60%.

Nilai tukar rupiah bertahan di level Rp16.863 setelah menguat 0,51% terhadap dolar AS. Sebelumnya pada perdagangan awal pekan ini, rupiah sempat jatuh ke level Rp17.000 di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang Iran.

Hingga pukul 16.43 WIB hari ini, harga minyak mentah WTI di AS telah turun 7,4% ke level US$87,76 per barel. Harga minyak mentah brent turun 7,72% ke US$91,32 per barel. Sedangkan harga gas alam turun 1,7% ke US$3,07 per MMBtu. (KR)