Penguatan rupiah dan Wall Street membuka peluang reli IHSG
Selasa, 25 November 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Selasa, setelah mencetak rekor penutupan baru pada awal pekan ini di 8.570,25.
Riset analis CGS International Sekuritas menilai penguatan itu mendapat dukungan dari indeks Wall Street, yang mencatat kenaikan berkat saham-saham teknologi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan di Amerika Serikat.
Dari dalam negeri, analis CGS International menilai aksi beli investor asing di pasar domestik dan kenaikan harga komoditas inti seperti minyak mentah dan emas, juga menjadi tambahan katalis positif bagi IHSG.
"IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 8.485/8.400 dan resist 8.655/8.740," tulis riset analis CGS International.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG awal pekan ini juga mendapat dukungan dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang mencatat penguatan 0,28% ke level Rp16.690.
Riset analis Phintraco juga menyebut IHSG secara teknikal telah berada di atas MA5 dan berhasil keluar dari area konsolidasi, menuju level tertinggi baru.
"Sehingga secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis di 8.600," ungkap analis Phintraco.
Di tengah penguatan IHSG awal pekan ini, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net foreign buy Rp3,15 triliun. Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net foreign buy terbesar. (KR)