BIPI gandeng ENRG milik Grup Bakrie dalam produksi LNG

Rabu, 11 Maret 2026

image

JAKARTA - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), terkait kerja sama distribusi dan pemanfaatan gas bumi.

Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman, mengatakan kerja sama ini memungkinkan perseroan untuk mendapat pasokan gas bumi untuk produksi Liquefied Natural Gas (LNG). Fasilitas produksi ini dimiliki lewat anak usaha BIPI, termasuk fasilitas yang berlokasi di Sidoarjo, serta potensi pengembangan di wilayah Batam hingga Aceh.

Kurniawati menegaskan kerja sama tahap awal ini memang belum berdampak langsung terhadap kondisi keuangan BIPI.

“Namun diharapkan dapat memberikan potensi dampak positif terhadap kegiatan operasional dan pengembangan portofolio bisnis energi perseroan di masa mendatang, khususnya dalam pengembangan bisnis LNG,” jelasnya dalam keterangan yang disampaikan kepada bursa hari ini.

Selain itu, Kurniawati mengklaim kerja sama ini tidak termasuk transaksi afiliasi, karena tidak ada hubungan afiliasi antara BIPI dan ENRG.

Namun menurut data IDNFinancials.com, saat ini pemegang saham terbesar BIPI adalah PT Indotambang Perkasa dengan kepemilikan 19,39%. CGS Internasional Securities Singapore memegang 12,71% saham, dan PT Bakrie Capital Indonesia yang terafiliasi dengan Grup Bakrie memiliki 6% saham.

Di samping itu, pemegang saham BIPI di bawah 5% yang muncul dalam daftar kepemilikan saham di Kustodian Sentral Efek Indonesia (BEI). Beberapa di antaranya termasuk PT KB Valbury Sekuritas 4,94%, Kingswood Union Corporation 3,62%, Interventures Capital Pte Ltd 3,35%, PT Danatama Kapital Investasma 2,75%, Asuransi Simas Jiwa 2,64%, PT Trukindo Persada Sejahtera 2,63%, dan PT Firstindo Finansial Corpora 2,40%.

Hingga akhir Februari 2026, BIPI mencatat penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan adalah Halim Jusuf. (KR)