Laba AADI milik Boy Thohir turun 37% jadi US$760 juta di 2025

Rabu, 11 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Adaro Anadalan Indonesia Tbk (AADI), perusahaan batu bara milik Grup Adaro yang mengelola 7 tambang di Kalimantan, mencetak laba bersih US$760 juta atau sekitar Rp12,8 triliun pada tahun buku 2025.

Perolehan itu lebih rendah 37% secara tahunan, atau dari laba Rp1,21 miliar yang dihimpun AADI pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, penurunan laba bersih AADI sejalan dengan kinerja pendapatan usaha yang turun 7,69% menjadi US$4,91 miliar di 2025.

Selain itu, AADI juga mencatat adanya penurunan signifikan pada pendapatan lain-lain bersih sebesar 91,5% menjadi US$28 juta pada 2025. Kemudian bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama turun 66,3% menjadi US$17,2 juta.

Dari sisi operasi, penjualan batu bara AADI meningkat 5,70% menjadi 71,94 juta ton pada 2025. Sementara produksi batu bara perseroan meningkat 4,42% secara tahunan menjadi 68,73 juta ton dan stripping rasio, atau rasio pengupasan kulit tanah di area tambang berada di level 4,24 kali.

Penjualan batu bara menjadi sumber utama pendapatan usaha AADI pada 2025, dengan kontribusi setara 95,35% dari total pendapatan. Sedangkan kontribusi dari bisnis logistik hanya 3,94% dan lain-lain 0,71%.

Dengan capaian laba pada 2025, posisi laba per saham AADI berada di level US$0,09762 atau setara Rp1.648, dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.879 per dolar AS hari ini.

Harga saham AADI turun 4,34% ke Rp9,925 per lembar pada perdagangan sesi pertama hari ini, setara 6 kali lipat dari laba per sahamnya.

Pemegang saham terbesar AADI saat ini yaitu PT Adaro Strategic dengan komposisi kepemilikan 41,09%. PT Alamtri Resources memiliki 15,37% saham, Garibaldi “Boy” Thohir memegang secara langsung 5,83%, dan investor publik 19,09%. (KR)