Stock split tunggu restu, Direktur Utama CYBR borong 3,3 juta saham

Rabu, 11 Maret 2026

image

JAKARTA – Patrick Rudolf Dannacher, Direktur Utama PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), menambah porsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan hingga 3,3 juta lembar pada tiga transaksi terpisah di bulan Maret 2026.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan manajemen CYBR pada Rabu (11/3), Patrick Rudolf memborong saham CYBR pada 6, 9, dan 10 Maret 2026, dengan harga bervariasi, mulai dari Rp1.195 hingga Rp1.505 per lembar.

“Tujuan dari transaksi ini adalah sebagai investasi dengan kepemilikan saham secara tidak langsung,” ujar manajemen dalam keterangan tersebut.

Setelah transaksi ini, total kepemilikan Patrick Rudolf Dannacher di emiten penyedia solusi dan layanan keamanan siber ini, meningkat menjadi 219,6 juta saham atau setara 3,28%, dari sebelumnya 216,3 juta saham atau 3,23%.

Sebagai informasi, CYBR berencana menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2.

Namun, manajemen CYBR masih harus meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026.

Setelah aksi korporasi ini, jumlah saham beredar CYBR akan meningkat dari 6,71 miliar lembar menjadi 13,42 miliar lembar. Sementara itu, nilai nominal per saham akan berubah dari Rp25 menjadi Rp12,5 setelah stock split.

Dari sisi kinerja saham, pada perdagangan sesi dua hari ini, Rabu (11/3), hingga pukul 15.21 WIB, harga saham CYBR naik 2,43% ke level Rp1.475 per lembar.

Namun, dalam sebulan terakhir, saham CYBR turun 6,05% dan sejak awal 2026 merosot hingga 20,05%. (DK/ZH)