Investor trading jelang lebaran, IHSG dan rupiah berbalik melemah
Rabu, 11 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,69% ke level 7.389,4 pada perdagangan Rabu (11/3), setelah sempat mencatat naik hampir 1% di pembukaan sesi pertama.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp15,72 triliun, termasuk transaksi Rp2,97 triliun dari pasar negosiasi. Volume saham yang diperdagangkan 32,2 miliar lembar, dengan frekuensi 1,85 juta kali.
Analis Phintraco Sekuritas menilai investor cenderung melakukan trading jangka pendek, di tengah ketidakpastian terkait konflik AS-Israel melawan Iran, “serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan.”
Saham-saham dari sektor teknologi memimpin penguatan, membawa IDXTECHNO naik 0,87%. Sementara indeks sektor barang baku dan industri turun paling dalam, masing-masing sebesar 2,03% dan 2,01%.
Selain itu, analis Phintraco menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dibayangi oleh sentimen negatif dari konflik Timur Tengah, serta kekhawatiran akan indikator ekonomi dalam negeri.
“Rupiah ditutup melemah di level Rp16,886/US$, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung, serta kekhawatiran akan data ekonomi domestik termasuk potensi inflasi dan defisit APBN yang berpeluang melebar,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Di kawasan emerging Asia Pasifik, indeks acuan saham bergerak variatif. Indeks saham Taiwan melesat 4,10%, KOSPI naik 1,40%, namun Hangseng turun 0,24%, dan NIFTY turun 1,45%.
Sejumlah mata uang negara seperti Korea, Filipina, Thailand, India, dan China menghadapi tekanan terhadap dolar AS. Namun ringgit Malaysia terpantau menguat 0,14% terhadap dolar AS. (KR)