Penjualan CPO menguat, laba TLDN naik 34% pada 2025
Rabu, 11 Maret 2026

JAKARTA - Emiten sawit afiliasi Wishnu Wardhana, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2025 mencapai 34,03% secara tahunan menjadi Rp1,10 triliun
Sejalan dengan itu, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat naik menjadi sekitar Rp85,48.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat 28,42% menjadi Rp5,42 triliun pada 2025.
Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan minyak kelapa sawit (CPO) kepada pihak ketiga sebesar Rp4,70 triliun, diikuti penjualan inti kelapa sawit (PK) kepada pihak ketiga sebesar Rp358,99 miliar, serta minyak inti kelapa sawit (PKO) sebesar Rp296,64 miliar.
Penjualan terbesar tercatat kepada PT Wilmar Nabati Indonesia sebesar Rp1,84 triliun, atau setara 34,09% dari total pendapatan 2025.
Selanjutnya, penjualan kepada PT Energi Unggul Persada mencapai Rp1,09 triliun, kepada PT Karyanusa Ekadaya sebesar Rp639,13 miliar, dan kepada PT Karya Indah Alam Sejahtera sebesar Rp452,37 miliar.
Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan juga membengkak 29,12% menjadi Rp3,56 triliun. Namun, margin laba kotor relatif stagnan di level 34,4%, meski sedikit turun dari 34,6%.
Dari sisi neraca, total aset TLDN hingga 31 Desember 2025 tercatat meningkat 6,18% menjadi Rp6,01 triliun. Saat total liabilitas turun 5,58% menjadi Rp2,37 triliun, total ekuitas melinjak 15,92% menjadi Rp3,64 triliun. (DH/ZH)