Barclays: STOXX 600 Eropa bisa turun jika harga minyak US$100/barel
Kamis, 12 Maret 2026

WASHINGTON – Barclays, bank investasi asal Inggris, memperingatkan bahwa Indeks pan-Eropa STOXX 600 berpotensi turun hingga sekitar 550 poin jika harga minyak bertahan di level US$100 per bare.
Menurut pernyataan bank tersebut pada Rabu (11/3), konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap laba perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Indeks ini terakhir ditutup pada level 606,12 pada Selasa.
Barclays memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (EPS) di Eropa kemungkinan turun ke angka satu digit jika harga minyak tetap tinggi dan pertumbuhan ekonomi stagnan.
Meski ketergantungan ekonomi terhadap energi menurun, pertumbuhan tetap rentan karena sekitar 30% pasokan energi Eropa berasal dari Timur Tengah.
Dari sisi sektor, Barclays menilai aksi jual terbaru pada saham finansial, material, dan konsumen Eropa lebih dalam dibandingkan krisis pasokan minyak sebelumnya. Namun, investor mulai beralih ke sektor energi, teknologi, serta sektor defensif seperti utilitas dan kesehatan.
Pasar global tampak kurang khawatir terhadap stagflasi, dengan asumsi gangguan harga minyak akibat Iran bersifat sementara dan risiko krisis pasokan berkepanjangan rendah. Meski begitu, pengalaman sebelumnya menunjukkan penurunan lebih tajam saat harga minyak memuncak.
Barclays menambahkan, “Lonjakan harga minyak tampaknya telah mencapai ‘batas sakit’ Trump. Jadi ekspektasi pasar terhadap gangguan singkat semakin menguat.”
Secara historis, sektor energi, utilitas, dan kesehatan cenderung berkinerja lebih baik saat stagflasi, sementara finansial, telekomunikasi, dan konsumen biasanya tertinggal. (DK)