Amerika bangun kilang minyak baru di Texas, pertama dalam 50 tahun

Kamis, 12 Maret 2026

image

JAKARTA - Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pembangunan kilang minyak baru di Brownsville, Texas. Proyek tersebut disebut sebagai kilang baru pertama yang dibangun di Amerika Serikat dalam sekitar 50 tahun dan melibatkan dukungan investasi dari Reliance Industries.

“Saya bangga mengumumkan bahwa America First Refining membuka FIRST new U.S. Oil Refinery in 50 YEARS di Brownsville, Texas,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Selasa.

Dikutip Bloomberg, pengumuman ini muncul ketika pemerintah AS berupaya meredam kekhawatiran pasar terhadap kenaikan harga energi di tengah konflik di Iran. Pemerintah mempertimbangkan beberapa langkah untuk menekan harga minyak dan bensin, termasuk pelepasan cadangan minyak darurat serta pengawalan militer bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Proyek kilang tersebut sebelumnya dikembangkan oleh Element Fuels. Pada Juni 2024, perusahaan itu menyatakan telah menyelesaikan persiapan lahan dan memperoleh izin untuk membangun fasilitas yang mampu mengolah sekitar 160.000 barel minyak per hari. Situs web Element Fuels kini dialihkan ke situs America First Refining.

America First Refining berencana memulai pembangunan kilang pada kuartal II tahun ini. Perusahaan juga menyatakan telah menandatangani kontrak penjualan bahan bakar selama 20 tahun dengan Reliance.

Reliance belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, US Department of Energy mengarahkan pertanyaan kepada Gedung Putih yang juga belum memberikan rincian tambahan.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Reliance sedang berdiskusi dengan America First mengenai kemungkinan investasi di proyek kilang Texas. Sumber tersebut meminta identitasnya tidak disebutkan karena pembahasan bersifat sensitif.

Potensi investasi ini muncul setelah ketua Reliance, Mukesh Ambani, sempat mendapat sorotan tahun lalu ketika pejabat pemerintahan Trump mengkritik India karena membeli minyak murah dari Russia.

Pemerintah AS saat ini mendorong kebijakan dominasi energi yang menitikberatkan pada peningkatan produksi minyak, gas alam, dan batu bara. Meski produksi minyak meningkat dalam 15 tahun terakhir berkat revolusi shale, sebagian besar kilang di AS telah berusia tua dan beberapa di antaranya ditutup dalam beberapa tahun terakhir.

America First menyebut kilang Brownsville akan dirancang untuk memproses minyak shale produksi Amerika Serikat. Upaya membangun kilang baru di AS sebelumnya kerap gagal karena biaya besar, proses perizinan yang kompleks, serta penolakan dari kelompok lingkungan.

Salah satunya proyek kilang senilai US$2,5 miliar yang diusulkan oleh Arizona Clean Fuels Yuma pada pertengahan 2000-an. Proyek tersebut akhirnya batal setelah pengembang gagal memperoleh pendanaan.