BBCA bagi dividen Rp41,3 triliun, intip jatah Grup Djarum dan Salim
Kamis, 12 Maret 2026

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per lembar untuk tahun buku 2025.
Hal itu sesuai keputusan pemegang saham BBCA, yang digelar pada Kamis (12/3) hari ini. Mengacu harga saham perseroan yang berada di level Rp6.900 pada pukul 14.40 hari ini, nilai dividen per saham BBCA setara yield 4,86%.
“Dividen payout ratio setara 72% atau jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 67,4%,” jelas Manajemen BBCA dalam rapat tersebut.
BBCA sebelumnya telah membagikan dividen interim Rp6,77 triliun atau Rp55 per lembar saham, pada November 2025. Sehingga sisanya akan dibagikan sebagai dividen final Rp281 per saham atau sekitar Rp34,5 triliun.
Berdasarkan catatan IDNFinancials.com, BBCA mencetak laba bersih Rp57,54 triliun pada 2025. Perolehan ini meningkat 4,99% secara tahunan.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, Grup Djarum mengendalikan 54,94% saham BBCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan hingga akhir Februari 2026. Anthoni Salim memiliki 1,15% saham, PT Tricipta Mandhala Gumilang 1,07%, dan PT Caturguwiratna Sumapala 1,02%.
Dengan komposisi tersebut, Grup Djarum akan meraup dividen final Rp19,03 triliun dari BBCA. Kemudian Anthony Salim akan memperoleh Rp397,98 miliar, Tricipta Mandhala Rp369 miliar, dan Caturgriwiratna Sumapala Rp354,5 miliar.
Meskipun demikian, cum date dan tanggal pembayaran dividen BBCA belum diumumkan secara resmi. (KR)