Iran incar serang bank dan pusat ekonomi terkait Amerika di Teluk
Kamis, 12 Maret 2026

JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyerang pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan, menyusul serangan yang disebut Iran terjadi terhadap sebuah bank di Teheran saat perang memasuki hari ke-12.
Dikutip Aljazeera, juru bicara Markas Khatam al-Anbiya, yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut sebagai kelompok milik IRGC, menyatakan bahwa tindakan musuh telah membuka ruang bagi Iran untuk memperluas sasaran serangan.
“Musuh telah membuat tangan kami bebas untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan,” kata juru bicara tersebut pada Rabu.
Ia juga memperingatkan warga agar menjauhi area sekitar bank. “Masyarakat di kawasan tidak boleh berada dalam radius satu kilometer dari bank,” ujarnya.
Pernyataan itu juga disertai ancaman terhadap Washington. “Orang-orang Amerika harus menunggu tindakan balasan kami dan respons menyakitkan kami,” tambahnya.
Di tengah ancaman tersebut, ledakan dilaporkan kembali mengguncang Teheran. Iran menuduh pasukan Amerika Serikat dan Israel telah membombardir hampir 10.000 lokasi sipil dan menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC merilis daftar kantor dan infrastruktur milik perusahaan teknologi Amerika Serikat yang memiliki hubungan dengan Israel. Fasilitas tersebut disebut sebagai “target baru Iran” karena teknologinya dinilai digunakan untuk kepentingan militer.
“Seiring meluasnya perang kawasan menjadi perang terhadap infrastruktur, cakupan target sah Iran juga meluas,” tulis kantor berita tersebut.
Perusahaan yang masuk dalam daftar antara lain Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle. Infrastruktur layanan berbasis cloud milik perusahaan-perusahaan tersebut disebut berada di sejumlah kota di Israel serta beberapa negara Teluk.
Penyiar negara Iran juga menilai serangan Israel terhadap cabang bank di Teheran sebagai tindakan tidak sah dan tidak biasa dalam perang, serta menegaskan bahwa pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan AS dan Israel kini menjadi target.
Ancaman Iran muncul setelah Israel pada Senin mengebom sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, yang dilaporkan merupakan cabang lembaga keuangan Al-Qard Al-Hassan yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Israel menyatakan operasi militernya bertujuan melemahkan Hizbullah. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 570 orang dan memaksa sekitar 780.000 warga mengungsi di Lebanon.(DH)