IHSG turun 27 poin, likuiditas sentuh rekor terendah 7 bulan

Kamis, 12 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 27,28 poin atau 0,37% ke level 7.362,12 pada perdagangan Kamis (12/3) hari ini.

Indeks sebelumnya sempat menyentuh level terendah di 7.323,74 dan tertinggi di 7.436,50.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp13,38 triliun. Namun tanpa menghitung transaksi di pasar tunai dan negosiasi, nilai transaksi di pasar reguler hanya mencapai Rp11,79 triliun.

Menurut data IDNFinancials.com, nilai transaksi di pasar reguler pada perdagangan hari ini menyentuh rekor terendah, untuk sekitar 7 bulan terakhir atau sejak 25 Juli 2025 yang mencapai Rp10,54 triliun.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG menghadapi sentimen negatif akibat lonjakan harga minyak mentah dunia, di tengah situasi perang AS-Iran yang masih memanas.

Saham-saham dari sektor konsumer cyclical mencatat koreksi terdalam. Sementara saham transportasi mencatat kenaikan paling tinggi.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways menjelang libur panjang,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.

Mayoritas indeks di sejumlah negara emerging Asia, cenderung melemah. Namun sebagian indeks saham seperti SET Thailand naik 1,25%, KLCI Malaysia naik 0,13% dan iShares MSCI Asia ex-Japan naik 0,48%.

Di pasar valuta asing, mata uang emerging market Asia juga terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Peso, ringgit, won, baht, rupee, dan rupiah melemah akibat penguatan pada indeks dolar AS (DYX).

Namun yuan China menjadi satu-satunya yang menguat di kawasan ini, dengan kenaikan 0,03% terhadap dolar AS.

Harga minyak mentah WTI naik 5,41% ke US$91,97 per barel hingga penutupan sesi Asia. Sedangkan harga minyak brent 5,63% ke US$97,16 per barel. (KR)