Timur Tengah memanas, Venture Global janji kirim LNG tepat waktu
Kamis, 12 Maret 2026

LONDON - Perusahaan pengembang gas alam cair asal Amerika Serikat, Venture Global LNG, memastikan pengiriman LNG dari proyek ekspor Plaquemines di Louisiana tetap berjalan sesuai jadwal meski harga energi global melonjak akibat konflik di Timur Tengah.Dalam surat kepada para pembeli yang dilihat Reuters, perusahaan yang berbasis di Virginia itu menegaskan pengiriman LNG kontrak dari fasilitas Plaquemines LNG Terminal fase pertama akan dimulai sesuai rencana pada 31 Oktober dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.Seperti dikutip Reuters, para pembeli LNG dari proyek tersebut mencakup perusahaan energi besar seperti Shell plc dan perusahaan energi Polandia Orlen. Venture Global menegaskan komitmennya untuk memulai pengiriman jangka panjang meski pasar gas global bergejolak akibat perang antara United States dan Israel melawan Iran.“Seiring perkembangan penting di Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global, kami ingin memastikan bahwa proyek fase pertama tetap berjalan sesuai jadwal,” tulis perusahaan dalam surat tersebut.Sebelumnya, sejumlah perusahaan energi besar seperti BP, Shell, Unipec, Edison S.p.A., Galp Energia, Repsol dan Orlen menggugat Venture Global melalui arbitrase.Mereka menuduh perusahaan tersebut menahan pengiriman LNG kontrak dari fasilitas Calcasieu Pass LNG Terminal selama masa commissioning untuk menjualnya di pasar spot dengan harga lebih tinggi pada krisis energi 2021–2023.Venture Global membantah tuduhan tersebut dan menyatakan penundaan terjadi karena masalah teknis.Dalam salah satu kasus, BP menuntut kompensasi setidaknya US$3,7 miliar setelah memenangkan gugatan, sementara perkara Orlen masih berlangsung.Perusahaan menegaskan fluktuasi harga pasar tidak akan memengaruhi jadwal proyek Plaquemines.Sekitar 70% kargo LNG yang akan dikirim pada 2026 telah memiliki kontrak penjualan. Fase pertama proyek tersebut ditargetkan mencapai tahap operasi komersial penuh pada kuartal IV 2026.Konflik di Timur Tengah juga mengganggu ekspor energi dari kawasan tersebut. Serangan Iran terhadap negara-negara Teluk memicu gangguan produksi dan penghentian operasi LNG di Qatar, yang merupakan salah satu pemasok utama LNG dunia dengan kontribusi sekitar 20% dari pasokan global.Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga gas. Kontrak berjangka gas di pasar Dutch Title Transfer Facility mencapai level tertinggi dalam tiga tahun sekitar US$21 per juta British thermal units (MMBtu), sementara indeks Japan-Korea Marker mendekati puncak dua tahun di sekitar US$16.Saat ini, Venture Global merupakan eksportir LNG terbesar kedua di Amerika Serikat.Terminal Plaquemines menjadi fasilitas ekspor kedua perusahaan dan pada bulan lalu telah mengirim sekitar 2 juta ton LNG meski proyeknya masih dalam tahap pengembangan. (DK)