Serangan tanker meningkat, harga minyak kembali tembus US$100
Kamis, 12 Maret 2026

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali melonjak menembus level US$100 per barel setelah meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal energi di kawasan Teluk Persia dalam dua hari terakhir.
Seperti dikutip CNN, laporan terbaru menyebutkan sedikitnya enam kapal menjadi sasaran serangan dalam kurun dua hari.
Iran dilaporkan meningkatkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi, termasuk dengan menyerang dua kapal tanker minyak asing di perairan Irak.
Badan maritim Inggris juga melaporkan bahwa satu kapal lain di Teluk Persia turut menjadi sasaran serangan, menambah daftar kapal yang diserang di kawasan tersebut.
Lonjakan ketegangan ini mendorong harga minyak kembali naik di atas US$100 per barel pada perdagangan semalam.
Kenaikan tersebut terjadi meskipun Badan Energi Internasional (IEA) telah menyetujui pelepasan cadangan strategis minyak dalam jumlah besar ke pasar global.
IEA sebelumnya menyepakati pelepasan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menahan lonjakan harga energi akibat konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan bahwa negaranya berada di posisi unggul dalam konflik tersebut.
“Ini hanya soal waktu, kapan kita akan menghentikannya,” ujar Trump, seraya mengklaim bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang meskipun situasi di kawasan masih terus berkembang.
Sementara itu, konflik juga memicu kontroversi setelah laporan menyebut militer AS secara tidak sengaja menyerang sebuah sekolah dasar di Iran pada 28 Februari.
Insiden tersebut diduga terjadi karena penggunaan informasi lama terkait keberadaan pangkalan angkatan laut di dekat lokasi tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan tersebut menewaskan sedikitnya 168 anak dan 14 guru, sehingga semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. (DK)