Pendapatan GOTO cetak rekor, bisnis tetap rugi Rp1,18 triliun
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan yang membawahi bisnis Gojek dan Tokopedia, membukukan pendapatan sebesar Rp18,3 triliun pada tahun buku 2025.
Perolehan itu meningkat 24% secara tahunan atau dari Rp15,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Mayoritas pendapatan GOTO pada 2025 berasal dari segmen on-demand services yang menyumbang Rp12,36 triliun, setara 67,5% dari total pendapatan.
Berikutnya bisnis fintech menyumbang pendapatan bersih Rp5,19 triliun, e-commerce Rp819,7 miliar, serta penyesuaian dan eliminasi pendapatan Rp49,48 miliar.
Namun beban pokok pendapatan GOTO meningkat 4,49% menjadi Rp7,74 triliun pada 2025, beban pengembangan produk naik 22,56% menjadi Rp2,15 triliun, dan beban pemasaran naik 8,43% menjadi Rp3,09 triliun.
Meskipun demikian, GOTO mencatat adanya efisiensi beban umum dan administrasi 9,27% menjadi Rp3,98 triliun pada 2025.
Efisiensi ini membuat total biaya dan beban operasi GOTO hanya naik tipis 3,12% menjadi Rp18,7 triliun pada 2025.
Kerugian bersih GOTO pun menyusut 77% menjadi Rp1,18 triliun untuk tahun buku 2025. Di tahun sebelumnya, kerugian perusahaan mencapai Rp5,15 triliun.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyebut kinerja perusahaan pada 2025 cukup solid, didukung Gross Transaction Value (GTV) yang meningkat double-digit menjadi Rp124 triliun.
“GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan,” jelas Hans, dalam keterangan yang disampaikan Rabu (11/3) kemarin.
Hans memperkirakan laba GOTO akan terus membaik pada 2026 didukung semua lini bisnis, dari on-demand services hingga fintech. Khusus untuk bisnis on-demand services, ia memperkirakan pertumbuhan pendapatan di tahun ini akan lebih tinggi, didukung kemampuan perusahaan melayani segmen mass-market yang lebih baik.
“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” imbuhnya.
Harga saham GOTO turun 1,75% menjadi Rp56 per lembar pada perdagangan Kamis (12/3), setelah laporan keuangannya dirilis pada Rabu malam kemarin. Pelemahan harga saham ini membuat kapitalisasi pasar GOTO turun ke Rp63,87 triliun, namun tetap di peringkat pertama untuk emiten di industri aplikasi dan jasa internet. (KR)