Laba BUVA milik Hapsoro naik 11,7 kali lipat berkat entitas afiliasi
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA – Laba bersih PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak 11,7 kali lipat pada 2025, mencapai Rp99,19 miliar.
Padahal pendapatannya hanya tumbuh 5,72% secara tahunan menjadi Rp375 miliar pada 2025, dari Rp355 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan pekan ini, laba bersih BUVA meningkat 11,7 kali lipat menjadi Rp99,19 miliar pada 2025.
Padahal di tahun sebelumnya, laba bersih emiten properti dan real estate milik Happy Hapsoro ini hanya sebesar Rp8,45 miliar.
Laporan keuangan BUVA mencatat adanya lonjakan signifikan pada bagian laba entitas asosiasi yang mencapai Rp79,4 miliar 2025. Di tahun sebelumnya, bisnis entitas asosiasi milik BUVA mengalami kerugian Rp9,9 miliar.
Tiga entitas asosiasi yang menjadi penyumbang laba BUVA pada 2025 yaitu PT Bukit Savana Raya dan sebesar Rp149 miliar, serta PT Mitra Banyuwangi Selaras Rp13 miliar. Sedangkan PT Kharisma Jawara Abadi mengalami kerugian Rp8,7 miliar.
Di sisi lain, pendapatan keuangan BUVA meningkat 123% menjadi Rp2,75 miliar pada 2025. Sementara rugi selisih kurs bersih menyusut 54% dan beban keuangan turun 13,7% secara tahunan.
Berdasarkan segmen, bisnis hotel menjadi penopang utama pendapatan BUVA pada 2025, dengan perolehan sebesar Rp363 miliar. Sedangkan sisanya berasal dari bisnis restoran yang mencapai Rp11,88 miliar.
Pemegang saham terbesar BUVA saat ini yaitu PT Nusantara Utama Investment, entitas milik Happy Hapsoro, dengan porsi kepemilikan 61,64%. Happy Hapsoro juga memiliki 0,25% saham BUVA secara langsung dan 38,01% lainnya dimiliki oleh investor publik.
Namun saham BUVA saat ini diperdagangkan di harga premium yaitu Rp1.010 per lembar, setara Price to Earnings Ratio (PER) 250 kali. Harga sahamnya juga telah turun 21,7% dalam sebulan terakhir dan 36,5% dalam tiga bulan terakhir. (KR)