Wall Street terpukul harga minyak, IHSG berpotensi lanjutkan penurunan

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penurunan pada perdagangan Jumat (13/3), setelah mencatat koreksi hampir 3% sejak awal pekan.

Penurunan itu menyusul sentimen dari perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, negara yang menguasai 20% jalur perdagangan minyak global, lebih dari sepekan terakhir.

Ketegangan antara ketiga negara itu telah mendorong harga minyak mentah mencapai rekor tertingginya, di mana brent mencapai US$100,46 per barel dan WTI US$97,88 per barel pada penutupan perdagangan di New York.

Akibat lonjakan harga minyak mentah, seluruh indeks saham di Wall Street kembali melemah. Dow Jones turun 1,56%, S&P 500 turun 1,52%, dan Nasdaq Composite turun 1,78%.

Analis Phintraco Sekuritas tingginya ketidakpastian kapan perang di Timur Tengah berakhir, meningkatkan risiko kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah. IHSG diperkirakan akan menguji level support 7.250-7.300,” tulis analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat IHSG turun 27 poin pada perdagangan Kamis dan bertahan di level 7.362,12. Transaksi di pasar reguler hanya sebesar Rp11,79 triliun, rekor terendah selama 7 bulan terakhir.

EIDO atau ETF MSCI Indonesia yang diperdagangkan di New York melemah 1,98% atau 0,32 poin di akhir perdagangan Kamis.

Di pasar uang, mayoritas mata uang dunia mencatat pergerakan terbatas. Sementara indeks dolar AS (DXY) naik 0,51% ke 99,74.

Bitcoin dan ethereum yang menjadi aset utama di pasar mata uang kripto juga menguat terbatas, sementara harga emas di pasar spot turun 2,3% ke US$5.057,31 per troi ons. (KR)