BUMI incar emas dan tembaga, Wolfram mulai operasi dalam waktu dekat
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA - PT BUMI Resources Tbk (BUMI) memperkuat strategi diversifikasi bisnis dengan memperluas portofolio ke sektor mineral dan logam, seiring meningkatnya harga komoditas di pasar global.
Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI, Christopher Fong, mengatakan perseroan akan tetap mempertahankan segmen batu bara termal sebagai basis utama bisnis. Namun pertumbuhan ke depan akan diarahkan pada segmen mineral seperti tembaga dan emas.
“Kita fokus pada metal dan mineral sementara kita menjaga kokoh termal kita,” ujar Christopher dalam keterangan resmi, Kamis (12/3).
Saat ini sekitar 90% bisnis BUMI masih berasal dari batu bara termal. Namun perseroan telah berinvestasi pada sejumlah proyek mineral, termasuk aset tembaga dan emas di Australia yang telah diakuisisi.
“Harga tembaga sedang mencapai rekor tertinggi, harga emas mencapai rekor tertinggi, harga perak mencapai rekor tertinggi, dan kami telah terjun ke bisnis-bisnis tersebut,” kata Christopher.
BUMI akan fokus mengoperasikan aset baru di North Queensland, Australia yang telah diakuisisi yaitu Wolfram Ltd dan Jubilee Metals Ltd.
Menurut Christopher, proyek Wolfram diperkirakan mulai beroperasi dalam beberapa pekan ke depan dengan fokus pada produksi emas.
“Wolfram adalah aset yang sama dengan sedikit emas, tapi kami fokus pada emas. Mereka memulai operasi dalam beberapa minggu,” katanya.
Sebelumnya pada akhir 2025, BUMI merampungkan akuisisi 100% saham WFL dengan total nilai transaksi Rp698,98 miliar atau setara dengan 63,5 juta dolar Australia.
Melalui pengambilalihan ini, BUMI akan memperoleh akses langsung terhadap potensi produksi emas dan tembaga dari tambang Wolfram yang berlokasi di Australia Barat.
Sementara itu, proyek Jubilee diperkirakan mulai memasuki fase produksi pada 2026. “Kami juga mengharapkan produksi mulai pada 2026 dengan Jubilee,” ujar Christopher. (DH/KR)