Survei ekonom: Rupiah tertekan, BI tahan suku bunga sebesar 4,75%

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA - Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75% dalam rapat kebijakan 17 Maret mendatang.Keputusan ini diprediksi diambil karena tekanan terhadap rupiah meningkat di tengah konflik Timur Tengah.Dalam jajak pendapat Reuters, sebanyak 24 dari 26 ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di 4,75%.Sementara itu, suku bunga fasilitas simpanan diperkirakan tetap di 3,75% dan fasilitas pinjaman di 5,50%.BI sebelumnya telah memberi sinyal dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.Namun sejak Oktober tahun lalu bank sentral memilih menahan kebijakan moneter karena pelemahan rupiah memaksanya memprioritaskan stabilitas nilai tukar.Sentimen investor juga tertekan oleh kekhawatiran terhadap kredibilitas fiskal di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, terutama terkait rencana belanja negara yang dikhawatirkan memperlebar defisit.Selain itu, penunjukan keponakan presiden sebagai deputi gubernur bank sentral turut memicu pertanyaan mengenai independensi BI.Tekanan terhadap rupiah semakin meningkat setelah eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.Nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh rekor terendah pada awal pekan ini dan telah melemah lebih dari 1% sejak awal tahun, setelah turun sekitar 4% sepanjang tahun lalu.Ekonom dari Economist Intelligence Unit, Tay Qi Hang, menilai bank sentral sulit kembali ke kebijakan yang lebih longgar karena pelemahan rupiah yang tajam dalam beberapa pekan terakhir.Menurutnya, konflik AS-Iran semakin mempersempit ruang BI untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.Meski demikian, sebagian besar ekonom masih memperkirakan BI akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal berikutnya.Sekitar 70% responden memperkirakan pelonggaran kebijakan terjadi pada kuartal II, meskipun inflasi Februari melonjak ke 4,76%—level tertinggi dalam hampir tiga tahun dan di atas target BI 1,5%–3,5%.Sebanyak 11 ekonom memprediksi pemangkasan 25 basis poin menjadi 4,50% pada akhir kuartal II, sementara tiga ekonom memperkirakan penurunan lebih dalam hingga 50 basis poin menjadi 4,25%. Namun enam ekonom memperkirakan suku bunga tetap bertahan di 4,75%.Untuk keseluruhan tahun, lebih dari separuh ekonom memperkirakan suku bunga acuan akan berakhir di level 4,25%, atau turun sekitar 50 basis poin dari posisi saat ini, meski belum ada konsensus jelas mengenai waktu pemangkasan tersebut. (DK)