Mojtaba Khamenei: Iran tetap akan blokir Selat Hormuz
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA - Iran memperketat pengawasan pelayaran di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran meminta kapal yang melintas di jalur energi utama dunia itu berkoordinasi dengan angkatan laut Iran.
Dikuti reuters, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
“Keamanan Selat Hormuz sangat penting bagi Iran karena keamanan negara terkait dengan keamanan kawasan. Dengan garis pantai terpanjang di Teluk Persia dan Laut Oman, Iran selalu menanggung biaya untuk melindungi jalur strategis ini,” kata Baghaei.
Ia menambahkan ketegangan yang dipicu Amerika Serikat dan Israel berpotensi mengganggu pergerakan kapal di kawasan tersebut.
“Ketidakamanan yang diciptakan Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan dapat memengaruhi pergerakan kapal. Namun Iran tidak ingin selat ini menjadi tidak aman, dan kapal harus berkoordinasi dengan angkatan laut Iran saat melintas agar keamanan maritim tetap terjaga,” ujarnya.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan terus menggunakan opsi penutupan Selat Hormuz sebagai tekanan terhadap Washington dan Tel Aviv. Jalur ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir Anda,” kata Khamenei dalam pernyataan yang dibacakan televisi pemerintah.
“Tuntutan rakyat adalah untuk melanjutkan pertahanan efektif kita dan membuat musuh menyesalinya. Pengungkit pemblokiran Selat Hormuz harus terus digunakan,”.
Sementara itu, ancaman gangguan pasokan energi global mendorong harga minyak melonjak sekitar 9% hingga kembali menyentuh kisaran 100 dolar per barel. Di pasar keuangan, indeks S&P 500 di Amerika Serikat mencatat penurunan tiga hari terbesar dalam sebulan.
Ketegangan juga meningkat di lapangan. Dua kapal tanker terbakar di pelabuhan Basra, Irak, setelah diduga diserang perahu bermuatan bahan peledak yang terkait Iran. Sedikitnya satu awak kapal dilaporkan tewas. Serangan lain juga terjadi di kawasan Teluk, termasuk terhadap kapal kargo Thailand dan sebuah kapal kontainer di dekat Uni Emirat Arab.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan keras terhadap kepemimpinan Iran.
“Saya tidak akan menerbitkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya tidak bermaksud memberikan pesan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan,” kata Netanyahu. (DH)