Permata Bank salurkan kredit Rp163,3 triliun pada 2025, naik 5,5%

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA — PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyalurkan kredit sebesar Rp163,3 triliun hingga 31 Desember 2025 atau tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp154,9 triliun pada 2024. Secara nominal, penyaluran kredit meningkat sekitar Rp8,4 triliun sepanjang tahun tersebut, dengan pertumbuhan terutama didorong oleh sektor manufaktur.Kinerja tersebut dipaparkan dalam acara Permata Bank Public Expose 2026, Kamis (12/3).

Dalam agenda ini, manajemen yang hadir antara lain Direktur Utama Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Rudy Basyir Ahmad, serta Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.Berdasarkan segmen bisnis, penyaluran kredit Permata Bank masih didominasi oleh segmen korporasi dengan nilai Rp99,6 triliun atau setara 61,0% dari total kredit dan tumbuh 11,2%.

Sementara itu, kredit segmen konsumer tercatat sebesar Rp42,8 triliun atau 26,2% dari total kredit namun mengalami penurunan 4,2%. Adapun kredit segmen komersial mencapai Rp20,2 triliun atau 12,3% dari total kredit dengan pertumbuhan 1,8%.Dari sisi sektor ekonomi, portofolio kredit terbesar berada pada sektor manufaktur dengan porsi 28,3% dari total kredit. 

Sepanjang 2025, pertumbuhan kredit Permata Bank terutama didorong oleh sektor manufaktur yang mencatat lonjakan signifikan sebesar 52,9%.

Selain itu, sektor konstruksi dan real estate juga tumbuh kuat sebesar 44,0%, disusul sektor layanan lainnya yang meningkat 22,9%  dan sektor pertambangan yang tumbuh 1,5%. Selanjutnya diikuti beberbagai sektor kredit antara lain  :

  • Personal loan 22,9%
  • Perantara keuangan 9,7%
  • Layanan lainnya 8,2%
  • Konstruksi dan real estate 8,1%
  • Perdagangan wholesale dan retail 7,9%
  • Sektor pertambangan 6,5%
  • Sektor lain 8,4%.

 

Ke depan, Permata Bank menargetkan penguatan posisinya sebagai bank universal di Indonesia yang menjadi pilihan utama nasabah sekaligus mampu menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Strategi tersebut dijalankan melalui penguatan franchise dana dan wealth management, pengembangan layanan transaction banking, serta peningkatan tingkat kepuasan pelanggan yang diukur melalui Net Promoter Score (NPS).Bank Permata juga memperdalam potensi kemitraan ekosistem korporasi dengan memanfaatkan jaringan Bangkok Bank untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Strategi ini, turut mendukung pertumbuhan kredit di sektor manufaktur dan konstruksi.

Dari sisi kinerja keuangan, Permata Bank mencatat total aset sebesar Rp268,3 triliun pada 2025 atau tumbuh 3,6% YoY dari Rp259,0 triliun pada 2024.

Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 3,9% YoY menjadi Rp192,8 triliun, sementara rasio dana murah (CASA) naik menjadi 63,9% dari total DPK. Laba bersih tercatat sebesar Rp3,6 triliun atau tumbuh 0,6%.  

Sementara rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 34,6% yang menjadi salah satu yang tertinggi di industri perbankan nasional.

Sedangkan rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat 84,5%, sementara loan at risk (LAR) berada di level 6,3% dengan LAR coverage sebesar 118%. (SA)