Amerika terjunkan pembom veteran B-1B Lancer incar bunker Iran

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA - Tiga pesawat pengebom strategis B-1B Lancer milik United States mendarat di RAF Fairford, United Kingdom, setelah menjalankan misi yang diyakini sebagai serangan pertama Amerika terhadap Iran yang diluncurkan dari pangkalan Inggris sejak pecahnya perang AS - Israel melawan Iran.

Dikutip Aljazeera, tim Al Jazeera menyaksikan pesawat tersebut kembali ke pangkalan ketika kru darat memindahkan bom penghancur bunker yang telah dipasangi kit pemandu Joint Direct Attack Munition di landasan. Perangkat ini mengubah bom konvensional menjadi senjata berpemandu presisi menggunakan sistem GPS dan navigasi inersia.

Sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, militer Inggris ikut terlibat dalam operasi mencegat drone dan rudal balasan Iran di Timur Tengah serta mengerahkan tambahan aset militer ke kawasan Mediterania timur.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer awalnya menolak permintaan Washington untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam serangan terhadap Iran. Namun pada 1 Maret pemerintah Inggris menyetujui penggunaan fasilitas militer dengan alasan “tujuan defensif” untuk menghancurkan rudal Iran “pada sumbernya”, setelah sebuah drone menyerang pangkalan militer Inggris di Siprus

Aktivitas terbaru di RAF Fairford menunjukkan perubahan jenis amunisi dalam kampanye pengeboman Amerika dan menegaskan peran fasilitas militer Inggris yang semakin aktif dalam operasi udara tersebut.

Bom yang dipersiapkan termasuk jenis yang dapat dipasangi kit JDAM pada bom konvensional seperti Mk-82, Mk-83, dan Mk-84. Sistem tersebut juga dapat dipasang pada bom penembus bunker seperti BLU-109, yang dirancang untuk menghantam target yang diperkuat atau berada di bawah tanah.

Di Inggris, penggunaan pangkalan militer untuk operasi tersebut telah dibahas di House of Commons Defence Select Committee. Pemerintah berulang kali menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan bersifat defensif.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan pasukan Inggris telah “melakukan operasi militer defensif sejak hari pertama” sejak konflik dengan Iran dimulai.

Sementara itu, survei publik menunjukkan penolakan luas terhadap perang. Jajak pendapat YouGov menunjukkan hanya 10% responden yang sangat mendukung aksi militer Amerika terhadap Iran, sementara 37% menyatakan sangat menentangnya.

Survei YouGov lainnya mencatat 61% responden menilai alasan serangan Amerika terhadap Iran masih “unclear”.(DH)