Goldman Sachs: The Fed baru pangkas bunga September

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA - Goldman Sachs menunda perkiraan pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat setelah meningkatnya risiko inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Bank investasi tersebut kini memperkirakan Federal Reserve baru akan memangkas suku bunga pada September dan Desember, masing-masing sebesar 25 basis poin.

Sebelumnya, Goldman Sachs memproyeksikan siklus pelonggaran moneter akan dimulai pada Juni, diikuti penurunan berikutnya pada September.

Tekanan di pasar keuangan global meningkat setelah perang Amerika Serikat–Iran memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak, lonjakan inflasi, serta prospek ekonomi yang semakin tidak pasti.

“Pada bulan September, kami memperkirakan baik pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja maupun kemajuan pada inflasi inti akan mendukung alasan untuk pemangkasan suku bunga,” kata Goldman dalam sebuah catatan pada hari Rabu (11/3).

Pemangkasan lebih awal tetap mungkin terjadi jika pasar tenaga kerja melemah lebih cepat dan lebih substansial dari yang diperkirakan.

Dikutip Reuters, Goldman menyebut laporan ketenagakerjaan Februari yang lemah menjaga kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja dapat terus melambat. Perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan meningkatnya risiko geopolitik juga dinilai dapat membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat.

Jika pelemahan pasar tenaga kerja cukup besar hingga memerlukan pelonggaran lebih awal, maka kemungkinan  besar tidak akan menghalangi The Fed untuk menurunkan suku bunga  lebih cepat meski ada potensi inflasi sebagai dampak kenaikan harga minyak.

Di pasar keuangan, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 41% bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Sementara itu, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan 17–18 Maret.(DH)