Proline catat kontribusi, laba PRDA masih merosot 23,5%
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan laba ambles 23,5% secara tahunan menjadi Rp206,8 miliar pada tahun 2025, tertekan beberapa pos beban yang membengkak.
Pasalnya, menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan masih mampu tumbuh 1,3% menjadi Rp2,3 triliun. Pelanggan individu masih menjadi kontributor pendapatan terbesar pada tahun 2025, dengan porsi 31% atau setara Rp706,9 miliar.
Pelanggan rujukan pihak ketiga menyumbang pendapatan 3,8% lebih tinggi tahun ini, mencapai Rp623 miliar.
Namun, kontribusi pelanggan rujukan dokter dan klien korporasi menyusut menjadi masing-masing Rp611,3 miliar dan Rp340,6 miliar.
Sebagai catatan, PT Prodia Diagnostic Line atau Proline, entitas asosiasi PRDA yang memproduksi reagen dan berbagai kebutuhan tes secara mandiri, sudah berkontribusi dalam pendapatan konsolidasian Perseroan.
PRDA mulai mengakuisisi 39% Proline pada Juni 2024, dan per akhir 2025, pendapatan Proline tampak tumbuh 27,4%, sementara laba bersihnya melonjak 69,9%.
Hal ini memungkinkan PRDA mencatatkan bagian laba atas entitas asosiasi sebesar Rp6,2 miliar, naik 61,2% secara tahunan.
Namun, beberapa pos beban membengkak, termasuk beban pokok yang naik 5,4% menjadi Rp949 miliar, yang menurut manajemen PRDA, sejalan dengan peningkatan volume tes dan ekspansi layanan di berbagai wilayah.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan memperoleh lebih dari 888 ribu pelanggan baru, dengan total lebih dari 20 juta tes yang telah dilakukan sepanjang tahun.
“Memasuki tahun 2026, Prodia akan semakin memperkuat pengembangan precision medicine-nya melalui ekspansi specialty clinic di bidang Stem Cell, Autoimmune, dan Longevity, serta penguatan ekosistem digital,” ujar Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, dalam siaran pers, Kamis (12/3).
Sebagai catatan, kinerja kanal digital U by Prodia menunjukkan pertumbuhan pesat.
Jumlah pengunduh tumbuh 70% menjadi lebih dari 2,9 juta pengunduh, dengan peningkatan total nilai transaksi hingga 37%, sementara rata-rata Monthly Active User (MAU) mencapai 94%.
Ekspansi jaringan menjadi langkah selektif Perseroan sepanjang tahun 2025, dengan penambahan hanya 1 Lab Medis, 2 Genomic Site, dan 71 POC, menjadikan Prodia kini memiliki total 402 outlet di Indonesia per Desember 2025. (ZH)