Bukalapak cetak laba Rp3,14 triliun, perdana usai rugi beruntun

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), perusahaan teknologi yang bergerak di bidang e-commerce dan layanan online, mencetak laba bersih Rp3,14 triliun pada tahun buku 2025.

Ini merupakan laba bersih pertama yang dihasilkan oleh BUKA, setelah konsisten mencatat kerugian setidaknya dalam 7 tahun terakhir atau sejak 2018.

Menurut laporan keuangan yang disampaikan pekan ini, perolehan laba bersih BUKA di 2025 sejalan dengan kinerja pendapatan bersih yang mencapai Rp6,51 triliun.

Pendapatan bersih BUKA meningkat 46% secara tahunan pada 2025, dari Rp4,46 triliun pada tahun sebelumnya.

Mayoritas pendapatan BUKA berasal dari lini bisnis gaming, yang menyumbang Rp5,34 triliun atau 82,14% dari total pendapatan pada 2025. Kemudian bisnis online to offline menyumbang Rp794,5 miliar, ritel Rp301,8 miliar, dan investasi Rp66,58 miliar.

Sebagai catatan, realisasi pendapatan ini sejalan dengan perubahan fokus bisnis BUKA yang telah menutup platform market-place miliknya pada awal 2025.

Sebagai gantinya, emiten yang dikendalikan oleh Grup Emtek ini, fokus menjual produk virtual seperti pulsa prabayar, token listrik, dan voucher game online.

“Sebagai bagian dari langkah strategis ini, kami akan menghentikan operasional penjualan produk fisik di marketplace Bukalapak,” ungkap Manajemen BUKA, seperti dikutip IDNFinancials.com pada Januari 2025 lalu.

Dari sisi operasional, BUKA juga memangkas beban penjualan dan pemasarannya hingga 35% pada 2025, menjadi sebesar Rp212 miliar.

Harga saham BUKA terapresiasi 3,85% atau naik 5 poin menjadi Rp135 per lembar hingga pukul 14.57 WIB, setelah BUKA mengumumkan laporan keuangannya sebelum pembukaan perdagangan.

Harga tersebut mencerminkan Price to Earning Rasio (PER) 4,46 dan Price to Book Value (PBV) 0,55, jauh di bawah rata-rata industri yang berada di kisaran 19 kali untuk PER dan 3,5 kali untuk PBV. (KR)