Harga turun, dorong konsumen AS beralih ke mobil listrik bekas
Jumat, 13 Maret 2026

WASHINGTON - Penurunan harga jual kembali dan peningkatan keandalan membuat semakin banyak konsumen di Amerika Serikat beralih ke mobil listrik bekas.Pasar kendaraan listrik (EV) bekas kini menjadi pintu masuk utama bagi pembeli yang tidak mampu membeli model baru, terutama setelah insentif pemerintah mulai berkurang.Turunnya harga kendaraan listrik bekas juga dipicu oleh kemajuan cepat dalam teknologi baterai, peningkatan jarak tempuh, serta pembaruan perangkat lunak.Seperti dikutip Reuters, hal ini membuat harga EV bekas semakin mendekati mobil berbahan bakar bensin dengan kelas yang sama.Selain itu, pembaruan perangkat lunak jarak jauh dan semakin luasnya jaringan pengisian daya turut mengurangi kekhawatiran konsumen terkait kepemilikan kendaraan listrik.Pengurangan insentif yang sebelumnya mendorong pembelian EV, ditambah dengan kenaikan harga kendaraan baru, juga membantu meningkatkan pangsa mobil listrik di pasar mobil bekas AS yang nilainya mencapai sekitar US$800 miliar.Data Cox Automotive menunjukkan penjualan EV bekas di AS mencapai 31.503 unit pada Januari, naik sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Sepanjang 2025, penjualan EV bekas mencapai 378.140 unit, meningkat sekitar 35% dibanding tahun sebelumnya menurut CarEdge.Seperti halnya mobil mewah berbahan bakar bensin, mobil listrik juga mengalami depresiasi cukup cepat karena model baru terus menghadirkan fitur dan teknologi yang lebih canggih dibandingkan kendaraan yang dirilis beberapa tahun sebelumnya.Penurunan harga ini turut mempersempit selisih harga antara EV bekas dan mobil bensin.
Premi harga EV bekas atas mobil bensin sejenis turun menjadi sekitar US$1.376 pada Januari dari sebelumnya US$2.591 pada Desember, menurut data Cox Automotive.
Menurut Wakil Presiden Senior CarMax, Wess Dunn, kendaraan listrik bekas memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen yang tertarik menggunakan EV namun belum siap membeli unit baru.
Analis memperkirakan pasar EV bekas akan terus berkembang seiring semakin banyak kendaraan yang masa sewanya berakhir serta meningkatnya jumlah tukar tambah, yang pada akhirnya menambah pasokan kendaraan di pasar.
Dalam pasar EV bekas, Tesla masih mendominasi dengan model seperti Tesla Model 3 dan Tesla Model Y yang menjadi kendaraan paling banyak tersedia dan diminati.
Dominasi ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan harga model baru Tesla serta penjualan besar-besaran kendaraan Tesla oleh perusahaan rental mobil Hertz dalam beberapa tahun terakhir, yang menambah pasokan EV bekas dengan harga lebih terjangkau.
Kekhawatiran yang sebelumnya memperlambat adopsi EV, seperti daya tahan baterai dan akses pengisian daya, kini mulai berkurang seiring perkembangan teknologi dan perluasan jaringan stasiun pengisian.
Selain itu, banyak kendaraan listrik bekas memiliki jarak tempuh lebih rendah dibanding mobil bensin dengan harga serupa.
Perawatan EV juga relatif minimal karena tidak memerlukan servis rutin seperti penggantian oli atau perbaikan mesin, sehingga semakin menarik bagi konsumen sebagai kendaraan harian. (DK)