Penjualan naik, DRMA catatkan laba bersih Rp652,58 miliar pada 2025
Jumat, 13 Maret 2026

JAKARTA - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (13/3), DRMA membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp652,58 miliar pada 2025, naik 12,6% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp579,29 miliar.
Melonjaknya laba bersih Perseroan ditopang oleh penjualan sebesar Rp5,93 triliun hingga akhir 2025, meningkat sekitar 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,50 triliun.
“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata President Direktur DRMA, Irianto Santoso, dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.
Melalui strategi tersebut, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8% di tahun 2025, jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan.
Dalam pencapaian ini, segmen roda dua (2W) kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62% dari total penjualan DRMA sepanjang 2025.
Sementara segmen roda empat (4W) yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.
Sementara itu, melangkah lebih jauh dengan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025.
Di luar bisnis inti otomotif, Perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Termasuk di antaranya adalah pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.
Tidak mau hanya tertambat pada pasar domesik, Irianto menambahkan bahwa Perseroan juga terus mengincar pasar luar negeri yang potensinya hampir tak terbatas.
“Perseroan terus memperluas pasar ekspor, antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi komponen wiring harness dan komponen otomotif lainnya untuk memenuhi permintaan pasar global,” kata Irianto.
Pada perdagangan sesi dua hari ini, hingga pukul 15.13 WIB, Jumat (13/3), harga saham DRMA naik tipis 3,16% ke level Rp980 per lembar.
Dalam lima hari terakhir saja, saham DRMA naik tipis 0,51% namun sejak awal 2026 merosot 6,67%. (DK)