Perang AS-Iran makin panas, IHSG jadi indeks terburuk di Asia

Jumat, 13 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,05% atau 225 poin ke level 7.137 pada perdagangan Jumat (13/3), menjadi indeks saham terburuk di kawasan Asia.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,05 triliun, melibatkan perdagangan 28,6 miliar lembar saham.

Sektor transportasi dan barang baku mencatat penurunan paling dalam, keduanya turun 3,87% hingga penutupan perdagangan.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut saat ini investor khawatir dengan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran semakin berkepanjangan. Situasi ini dinilai berpotensi membuat harga minyak mentah tetap di level yang tinggi untuk lebih lama.

“Sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan inflasi dan melebarnya defisit APBN,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.

Dari luar negeri, AS memulai investigasi perdangan yang menyasar 60 negara termasuk Indonesia, yang hasilnya menjadi penentu tarif tambahan jika puluhan negara itu terbukti melakukan praktiknya dagang secara tidak adil.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menguji level psikologis di 7.000,” ungkap analis Phintraco.

Di seluruh negara emerging market Asia, indeks saham acuan turun serentak. Nifty turun 2,96%, KOSPI turun 1,72%, SET Thailand melemah 1,43%, dan Hang Seng turun 0,98%. Sementara Indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 2,96%.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,38% ke level Rp16.958. Mata uang lain seperti peso Filipina, ringgit Malaysia, won Korea, dan rupee India juga melemah menyusul penguatan pada indeks dolar AS (DXY). (KR)