MicroStrategy koleksi 4.000 bitcoin dalam sehari pakai saham preferen
Sabtu, 14 Maret 2026

JAKARTA – MicroStrategy (MSTR) diperkirakan kembali menambah kepemilikan bitcoin dengan membeli lebih dari 4.000 BTC pada Kamis, berdasarkan estimasi dari data perdagangan real-time serta dasbor pemantauan komunitas yang melacak penjualan saham preferen perusahaan.
Dikutip dari Bitcoinmagazine, data dari STRC.live dan sejumlah pelacak pasar menunjukkan bahwa pembelian tersebut kemungkinan didanai melalui penerbitan besar saham preferen Variable Rate Series A Preferred Stock (STRC). Instrumen saham preferen perpetual ini semakin sering digunakan perusahaan untuk menghimpun dana guna memperbesar akumulasi bitcoin.
[[ Catatan: Saham preferen perpetual adalah saham preferen yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo, memberikan dividen tetap secara berkala seperti obligasi, namun tetap merupakan instrumen ekuitas yang memberikan status kepemilikan dalam perusahaan. ]]
Hingga penutupan perdagangan di New York, aktivitas pasar mengindikasikan perusahaan telah mengumpulkan dana yang cukup untuk membeli lebih dari 4.000 BTC. Jika nantinya dikonfirmasi, transaksi ini akan menjadi pembelian bitcoin satu hari terbesar yang didanai melalui STRC sejak instrumen tersebut diluncurkan.
Lonjakan pembelian ini mengikuti aktivitas perdagangan yang kuat pada awal pekan. Pada 10 Maret, STRC mencatat volume transaksi harian sekitar US$409 juta, dengan volatilitas 30 hari sekitar 3% dan harga rata-rata tertimbang volume satu bulan di kisaran US$99,78.
Pemantauan on-chain menunjukkan aktivitas tersebut kemungkinan telah mendanai pembelian lebih dari 2.000 BTC.
Perusahaan yang dikenal sebagai pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia ini semakin mengandalkan penerbitan saham untuk mendanai akumulasi aset kripto.
Awal tahun ini, perusahaan juga mengubah program at-the-market (ATM) sehingga beberapa agen dapat menjual saham STRC secara bersamaan. Langkah ini meningkatkan likuiditas instrumen sekaligus mempercepat penggalangan modal untuk pembelian bitcoin.
Dasbor pelacakan perdagangan STRC mencoba memperkirakan jumlah saham baru yang diterbitkan perusahaan dibandingkan dengan transaksi di pasar sekunder. Karena perusahaan sebelumnya menyatakan dapat menjual saham ketika harga berada di atas nilai nominal US$100, analis dapat memperkirakan dana yang dihimpun setiap kali perdagangan terjadi di atas level tersebut.
Dokumen yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menunjukkan perusahaan membeli 17.994 BTC pada periode 2–8 Maret dengan nilai sekitar US$1,28 miliar. Transaksi tersebut meningkatkan total kepemilikan menjadi sekitar 738.731 BTC, atau sekitar 3,5% dari total pasokan bitcoin yang beredar.
Pembelian itu didanai melalui kombinasi penjualan saham preferen STRC senilai US$377,1 juta dan penerbitan saham biasa sekitar US$899,5 juta. Berdasarkan angka tersebut, STRC menyumbang sekitar 29,5% dari total pendanaan selama periode akumulasi lima hari tersebut.
Jika estimasi pembelian terbaru terbukti akurat, akuisisi pada Kamis saja dapat melampaui rata-rata pembelian harian bitcoin selama periode akumulasi sebelumnya. Meski begitu, data tersebut masih bersifat perkiraan karena perusahaan biasanya baru mengonfirmasi transaksi melalui pengajuan resmi atau pengumuman publik.
Instrumen STRC sendiri dirancang untuk menarik investor yang mencari pendapatan tetap. Saham preferen ini diperdagangkan mendekati nilai nominal US$100 dan menawarkan dividen bulanan dengan imbal hasil sekitar 11,5% per tahun. Struktur ini menghubungkan investor berorientasi pendapatan dengan strategi neraca perusahaan yang berfokus pada bitcoin.
Saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar US$70.000, sementara saham MicroStrategy (MSTR) turun sekitar 0,75% pada perdagangan hari tersebut. (DH)