Lepas dari Unilever, ice cream Magnum bersiap listing di Amsterdam
Selasa, 25 November 2025

JAKARTA - Magnum Ice Cream Company bersiap menjalani debut sebagai perusahaan mandiri setelah Unilever memutuskan spin-off bisnis es krimnya.
Dikutip reuters.com (24/11), pencatatan saham dijadwalkan pada 8 Desember di Amsterdam, menandai momen penting bagi investor yang menilai prospek produk tinggi gula di tengah tren penurunan berat badan dari obat GLP-1.
Maksudnya, pada saat Magnum akan listing sebagai perusahaan mandiri, investor sedang menilai apakah bisnis produk tinggi gula—seperti es krim—masih punya prospek bagus. Sebab, sekarang ada tren global orang menurunkan berat badan dengan cepat berkat obat-obatan GLP-1 (misalnya Ozempic, Wegovy). Obat ini membuat banyak orang mengurangi nafsu makan dan konsumsi makanan manis.
Perusahaan menekankan fokus penuh pada es krim dan camilan indulgent yang masih diminati konsumen.
Sandeep Desai, Chief Supply Chain Officer Magnum, menjelaskan kami fokus pada es krim dan hanya es krim. Anda tahu, semua orang bangun dengan memikirkan bagaimana saya bisa membuat lebih banyak es krim? Bagaimana saya bisa menjual es krim saya?' Dan itu memberikan tingkat fokus yang berbeda.
Magnum juga menyiapkan diri menghadapi tantangan kesehatan konsumen dengan menambahkan produk lebih berfokus pada hidrasi dan protein, serta opsi rendah gula dan porsi lebih kecil.
Jamie Farrell, kepala Magnum Inggris & Irlandia, mengatakan, "Kami melihatnya sebagai tantangan, bisakah kami menciptakan produk baru atau lebih banyak produk baru yang mengikuti perkembangan zaman, sesuai regulasi, serta bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu membentuk regulasi dan memberikan konsumen produk yang mereka butuhkan di masa depan."
Investasi sebesar US$66 juta dilakukan di pabrik Gloucester, bagian dari program hingga US$438 juta untuk memperbarui rantai pasokan menjelang spin-off. Kapasitas produksi diproyeksikan naik 50% pada 2027, dari produksi saat ini 600 juta es krim per tahun.(DH)