Empat Universitas di Singapura gunakan AI untuk nilai ujian mahasiswa
Senin, 16 Maret 2026

SINGAPURA - Empat universitas di Singapura mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses penilaian tugas dan ujian mahasiswa, khususnya pada mata pelajaran yang membutuhkan pemeriksaan langkah perhitungan seperti matematika dan fisika.Dosen di Nanyang Technological University (NTU) dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) menggunakan alat berbasis AI bernama Gradescope untuk memeriksa lembar jawaban mahasiswa.Seperti dikutip Straitstimes, sistem ini memindai jawaban tulisan tangan lalu mengelompokkan jawaban yang serupa, sehingga dosen dapat memberikan nilai yang sama untuk jawaban dengan langkah pengerjaan yang identik.Metode penilaian secara batch tersebut dinilai dapat menghemat waktu karena pengajar tidak perlu memeriksa setiap lembar jawaban secara satu per satu.NTU dan SUTD termasuk empat universitas negeri di Singapura yang mengizinkan penggunaan AI untuk membantu penilaian yang memengaruhi nilai akhir mahasiswa.Dua kampus lainnya adalah National University of Singapore (NUS) dan Singapore Institute of Technology (SIT).Sebaliknya, Singapore Management University (SMU) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS) belum mengizinkan AI digunakan untuk menilai tugas yang menentukan hasil akhir mahasiswa.Kedua kampus tersebut menilai masih ada kekhawatiran terkait akurasi dan keandalan teknologi tersebut.Meski AI dilibatkan, empat universitas yang menggunakannya menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pengajar.Mahasiswa juga harus diberi tahu jika AI digunakan dalam proses penilaian dan memiliki hak untuk meminta peninjauan ulang atas nilai mereka.NTU mulai mengizinkan penggunaan AI untuk menilai ujian tengah semester dan ujian akhir pada beberapa mata kuliah fisika dan matematika sejak Agustus 2024.Menurut Wakil Presiden dan Provost NTU Christian Wolfrum, pendekatan ini meningkatkan konsistensi dan efisiensi penilaian tanpa menghilangkan peran dosen sebagai pengambil keputusan.Sementara itu, SUTD mulai memakai Gradescope pada April 2025 di sekolah ilmu komputer dan desain untuk menilai ujian dengan kombinasi pertanyaan jawaban singkat dan penjelasan.Associate Provost Pendidikan dan Inovasi SUTD Ashraf Kassim mengatakan AI berfungsi sebagai mitra pendukung bagi pengajar dalam proses penilaian.Di SIT, platform internal bernama AI-Orate bahkan menggunakan chatbot untuk menguji pemahaman mahasiswa teknologi pangan.Chatbot tersebut dapat mengajukan pertanyaan lanjutan layaknya penguji manusia, kemudian menghasilkan transkrip percakapan serta rekomendasi nilai.Meski teknologi ini dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi, beberapa kampus tetap berhati-hati.SMU menegaskan bahwa penilaian akademik berisiko tinggi masih harus mengandalkan pertimbangan manusia sampai ada bukti yang lebih kuat mengenai keakuratan AI. (DK)