Perang AS-Iran memanas, ancaman bagi IHSG jelang libur panjang
Senin, 16 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah dan menguji area support psikologisnya di kisaran 7.000 pada awal pekan ini.
Pada perdagangan pekan lalu, menyentuh level terendahnya dalam 8 bulan terakhir dan tutup di 7.137. Pelemahan pada penutupan perdagangan pekan kemarin juga menjadikan IHSG, sebagai indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut lonjakan harga minyak mentah masih jadi sentimen negatif bagi pasar global, tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tak kunjung membaik.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS dibuka menguat 2,64% ke level US$101,35 per barel, di pembukaan perdagangan sesi Asia pada Senin (16/3) hari ini. Sedangkan harga minyak brent naik 3,07% ke level Rp106,21 per barel.
“Sedangkan harga emas melemah akibat penguatan Dolar AS, kekhawatiran akan inflasi, serta memudarnya harapan penurunan suku bunga,” jelas analis Phintraco, dalam catatan kepada investor yang disampaikan hari ini.
Di sisi lain, analis Phintraco menyebut investor saat ini tengah mencermati proyeksi Federal Reserve atau The Fed mengenai proyeksi ekonomi AS, yang berisiko menghadapi inflasi akibat perang dengan Iran.
Sementara dari dalam negeri, investor juga menantikan kebijakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi lonjakan harga minyak. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada akhir pekan lalu, pemerintah tengah membahas sejumlah skenario harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan dampaknya terhadap pelebaran defisit APBN.
Bank Indonesia juga dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Maret, pada Senin dan Selasa pekan ini atau sebelum memasuki periode libur panjang menjelang hari raya Idul Fitri 2026.
“Menjelang libur panjang, investor akan cenderung bersikap wait and see. Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000,” jelas analis Phintraco.
Menurut data IDNFinancials.com, sejumlah indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan lalu juga mencatat penurunan lebih dari 3%. Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,93% dalam sepekan, LQ45 turun 3,04%, dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) turun 3,83%. (KR)