Setahun dibentuk Prabowo, Danantara terbitkan utang baru Rp7 triliun
Senin, 16 Maret 2026

JAKARTA – PT Danantara Investment Management, bagian dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, telah menerbitkan surat utang baru berjumlah Rp7 triliun.
Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), efek utang itu didaftarkan dengan Surat Utang Jangka Panjang II Yang Ditawarkan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Danantara Investment Management Tahun 2026 Tahap I Seri A dan Seri B.
Kedua seri memiliki tingkat bunga tetap, namun hanya 2% per tahun.
Distribusi surat utang secara elektronik akan dimulai pada 17 Maret 2026, dengan pembayaran bunga pertama pada 17 Maret 2027.
Surat utang seri A ditawarkan dengan tenor selama 5 tahun dan 1 hari kalender, sementara surat utang seri B ditawarkan dengan tenor 7 tahun.
PT Mandiri Sekuritas ditunjuk sebagai penata laksana penerbitan atau arranger dalam penerbitan surat utang ini, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bertindak sebagai agen pemantau.
Sebagai catatan, Danantara Investment Management adalah salah satu dari 2 entitas yang berada di bawah BPI Danantara.
Danantara Investment Management mengembang mandat dari negara untuk memberikan imbal hasil berkelanjutan, dengan tetap menciptakan dampak ekonomi positif dan ketahanan nasional.
BPI Danantara sendiri telah memasuki tahun pertamanya setelah dibentuk dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2025 lalu, dengan mengemban misi utama meningkatkan imbal hasil aset negara di bawah BUMN dan menarik lebih banyak modal asing ke Indonesia. (KR)