Penjualan properti lesu, laba SMRA anjlok 44% pada 2025
Senin, 16 Maret 2026

JAKARTA - Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025 sebesar 44,18% menjadi Rp766,55 miliar, dibandingkan Rp1,37 triliun pada 2024.
Sejalan dengan penurunan tersebut, laba per saham atau earnings per share (EPS) SMRA tercatat Rp46,43 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, perseroan membukukan penjualan Rp8,76 triliun, turun 17,54% secara tahunan atau dari Rp10,62 triliun, penurunan terutama berasal dari segmen pengembangan properti.
Pendapatan dari segmen ini tercatat Rp5,50 triliun pada 2025, turun 26,67% dibandingkan Rp7,50 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar berasal dari penjualan rumah kepada pihak ketiga sebesar Rp3,94 triliun.
Selain itu, perseroan mencatat pendapatan dari penjualan ruko komersial Rp931,21 miliar, apartemen Rp273,99 miliar, kavling Rp125,52 miliar, dan pergudangan Rp5,09 miliar.
Di sisi lain, segmen properti investasi mencatat pertumbuhan. Pendapatan segmen ini mencapai Rp2,27 triliun pada 2025, naik 5,81% dibandingkan Rp2,15 triliun pada 2024. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan mal dan ritel pihak ketiga sebesar Rp2,06 triliun.
Pendapatan dari kategori lain-lain juga meningkat menjadi Rp981,12 miliar, naik 1,43% dari Rp967,31 miliar pada 2024. Pendapatan ini berasal dari hotel, pengelolaan properti dan estat, serta rekreasi.
Pada posisi neraca, total aset perseroan pada akhir 2025 tercatat Rp38,34 triliun, meningkat 14,35% dibandingkan Rp33,53 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas juga naik menjadi Rp22,33 triliun, atau meningkat 13,35% dari Rp19,70 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun total ekuitas tercatat Rp16,00 triliun pada akhir 2025, meningkat 15,69% dibandingkan Rp13,83 triliun pada akhir 2024.(DH)