BlackRock, Vanguard dan JPMorgan jual saham MicroStrategy

Selasa, 25 November 2025

image

WASHINGTON - Strategy (Nasdaq: MSTR), sebelumnya MicroStrategy dan kini dikenal sebagai perusahaan pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia, tengah menghadapi tekanan berat seiring kejatuhan pasar kripto yang mengguncang investor institusi maupun ritel.Tekanan pertama datang dari legenda short-seller Jim Chanos, yang menyatakan telah menutup posisi short pada MSTR akibat penurunan tajam metrik multiple-to-net-asset-value (mNAV).Metrik yang membandingkan harga saham Strategy dengan nilai kepemilikan bitcoin per saham, setelah dikurangi utang dan ekuitas preferen, telah turun dari 2,5x pada Desember 2024 menjadi 1,16x.Dilansir thestreet.com, Senin (24/11), Chanos memperkirakan mNAV akan terus turun hingga mendekati 1,0x, yang berarti harga saham akan setara dengan nilai bitcoin yang dimiliki perusahaan.Tekanan berikutnya datang dari peringatan JPMorgan bahwa Strategy berpotensi dikeluarkan dari indeks saham besar seperti MSCI USA.Bukan semata karena jatuhnya harga Bitcoin, tetapi karena model digital asset treasury (DAT), di mana lebih dari 50% aset perusahaan disimpan dalam bentuk aset digital, sebuah kriteria yang tengah dievaluasi MSCI untuk kelayakan masuk indeks tradisional.Meski pendiri dan chairman Michael Saylor menegaskan bahwa klasifikasi indeks tidak mengubah strategi jangka panjang perusahaan, pandangan tersebut tidak menghalangi aksi jual institusi.Dokumen pengungkapan menunjukkan manajer aset terbesar Wall Street memangkas kepemilikan MSTR sebesar US$5,38 miliar pada kuartal III-2025.Kepemilikan institusional turun dari US$36,32 miliar pada akhir kuartal II menjadi US$30,94 miliar pada kuartal III, merosot sekitar 15%.Beberapa raksasa seperti Capital International, Vanguard, dan BlackRock masing-masing menjual lebih dari US$1 miliar saham MSTR.Bahkan JPMorgan Chase ikut melepas sekitar US$500 juta saham perusahaan tersebut sepanjang kuartal itu. (DK)