BBNI akan lunasi global bond Tier 2 jatuh tempo US$500 juta

Senin, 16 Maret 2026

image

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan melunasi Tier 2 Subordinated Notes 2021 senilai US$500.000.000 yang akan jatuh tempo pada 30 Maret 2026.

Subordinated Notes (Obligasi Subordinasi) adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh lembaga keuangan atau perusahaan, di mana dalam hal kebangkrutan atau likuidasi, pemegang obligasi ini memiliki prioritas klaim yang lebih rendah dibandingkan kreditur senior atau deposan.

Corporate Secretary BBNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa surat utang ini diterbitkan pada 30 Maret 2021 dengan tingkat bunga 3,75% per tahun, tenor selama 5 tahun, serta tunduk pada ketentuan Regulation S (Reg S) di bawah US Securities Act, dan terdaftar di Singapore Stock Exchange (SGX).

“Sehubungan dengan akan jatuh temponya Surat Utang tersebut, Perseroan telah menyediakan dana yang diperlukan untuk melakukan pelunasan pokok Surat Utang sebesar US$500.000.000 yang ditempatkan pada Aset Liquid,” ujar Okki, dalam keterbukaan informasi, Senin (16/3).

Pelunasan efek utang itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Okki, pelunasan surat utang ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

Di sisi lain, BBNI menargetkan penyaluran kredit tumbuh 8-10% pada 2026, meskipun realisasi kredit pada 2025 melebihi ekspektasi.

Sepanjang tahun buku 2025, BBNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp889,53 triliun. Realisasi ini meningkat 15,9% secara tahunan, dan melebihi target pertumbuhan yang ditetapkan yaitu sebesar 8-10% dari Rp775,87 triliun pada 2024.

Dari segi kinerja saham, BBNI naik tipis 1,88% sejak awal 2026 jadi Rp4.340 per lembar. Namun dalam sebulan terakhir, harga saham BBNI terkoreksi 3,34% dan naik 2,36% pada perdagangan sesi dua hari ini, Senin (16/3), hingga pukul 15.12 WIB. (DK/KR)