Laba bersih BRMS melesat 99% berkat lonjakan harga jual emas

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencetak laba bersih US$50,08 juta pada tahun buku 2025, meningkat 99% secara tahunan atau dari tahun sebelumnya.

Perolehan itu sejalan dengan kinerja pendapatan BRMS, yang mencapai US$249,35 juta pada 2025. Realisasi ini meningkat 54% secara tahunan atau dari US$162,34 juta di 2024.

Direktur & Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, mengatakan ada dua faktor yang menjadi pendukung pertumbuhan kinerja perseroan pada 2025.

“Pertama, produksi emas kami naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas kami juga meningkat sebesar 38% dari tahun sebelumnya,” jelas Charles, dalam keterangan yang disampaikan kepada IDNFinancials.com pada Senin (16/3) kemarin.

Adapun volume produksi emas BRMS mencapai 71.886 oz pada 2025, meningkat 11% secara tahunan. Sedangkan volume produksi perak emiten tambang milik Grup Bakrie ini juga meningkat 45% menjadi 199.385 oz.

Rata-rata kadar emas yang dihasilkan oleh BRMS pada 2025 yaitu 1,44 gram per ton. Sementara rata-rata kadar perak yang dihasilkan yaitu 5,26 gram per ton.

BRMS mencatat rata-rata harga penjualan emasnya pada 2025 sebesar US$3.371 per oz, meningkat 38% secara tahunan. Sementara rata-rata harga jual perak hanya naik 5% yaitu sebesar US$35,31 per oz.

Direktur Utama & Chief Executive Officer BRMS, Agus Projosasmito, mengatakan perseroan optimis kinerja produksinya tahun ini akan tumbuh positif, didukung pabrik emas yang memasuki tahap peningkatan kapasitas, dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari.

“Peningkatan kapasitas pabrik tersebut akan diselesaikan di Q4 2026, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi emas di tahun ini,” kata Agus.

Selain itu, Agus mengatakan kadar emas yang dihasilkan BRMS akan lebih tinggi didukung penambangan bawah tanah di Palu, yang dioperasikan PT Citra Palu Minerals (CPM) pada semester kedua 2027. (KR)