Wall street rebound, saham teknologi naik saat harga minyak turun

Selasa, 17 Maret 2026

image

WASHINGTON - Wall Street menguat tajam pada perdagangan Senin setelah sempat tertekan pekan lalu, didorong oleh penurunan harga minyak serta kenaikan saham teknologi.Seperti dikutip Investing, saham Nvidia naik setelah CEO-nya memberikan proyeksi kuat terkait permintaan chip kecerdasan buatan (AI), yang turut mengangkat sektor teknologi.Indeks acuan S&P 500 naik 1,1% menjadi 6.702,18. Sementara NASDAQ Composite menguat 1,2% ke 22.374,18 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,8% ke 46.946,41.Pekan ini menjadi periode penting bagi pasar karena sejumlah bank sentral dunia dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter.Ini juga menjadi kesempatan pertama bagi pembuat kebijakan untuk merespons dampak perang United States dan Israel terhadap Iran yang kini memasuki minggu ketiga.Menurut kepala strategi pasar Pave Finance, Peter Corey, penurunan harga minyak sekitar US$10 dari level tertinggi sebelumnya membantu menstabilkan pasar saham, meski risiko konflik berkepanjangan masih membayangi.Pasar saham utama di Wall Street sempat melemah pekan lalu setelah harga minyak melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.Fokus investor masih tertuju pada kondisi Strait of Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan masih efektif tertutup oleh Iran.Penutupan jalur tersebut mengganggu arus energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi dunia.Meski Washington berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk dengan melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia, harga energi tetap tinggi, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga bensin di Amerika Serikat.Kenaikan harga bahan bakar juga menjadi isu sensitif secara politik menjelang pemilu paruh waktu 2026 di AS.Presiden Donald Trump sebelumnya meminta sejumlah negara membantu membuka kembali Selat Hormuz.Namun laporan Reuters menyebut beberapa sekutu AS, terutama di NATO, masih enggan memberikan dukungan militer.Trump bahkan menegaskan anggota NATO seharusnya membantu membuka jalur tersebut, dan memperingatkan bahwa kegagalan untuk merespons dapat berdampak buruk bagi masa depan aliansi itu.Ia juga menyoroti China dan mengisyaratkan kemungkinan membatalkan pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping jika Beijing tidak menggunakan pengaruhnya untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut.Di sisi lain, harga minyak Brent crude masih bertahan di kisaran US$100 per barel meski sempat turun dari level tertinggi sebelumnya.Sementara kontrak minyak West Texas Intermediate melemah sekitar 4,7% menjadi US$92,32 per barel.Di sektor teknologi, perhatian investor juga tertuju pada konferensi pengembang tahunan Nvidia yang dimulai Senin.CEO Nvidia Jensen Huang menyebut permintaan untuk dua teknologi chip AI utama perusahaan, Blackwell dan Rubin, berpotensi mencapai hingga US$1 triliun, dua kali lipat dari proyeksi tahun lalu.Pernyataan tersebut sempat mendorong saham Nvidia naik lebih dari 4% sebelum akhirnya ditutup menguat sekitar 1,6%.Namun Nvidia juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari perusahaan semikonduktor seperti Advanced Micro Devices dan Intel, serta raksasa teknologi seperti Google yang mengembangkan prosesor AI mereka sendiri.Selain itu, beberapa pelanggan besar Nvidia seperti OpenAI dan Meta Platforms juga disebut tengah menyiapkan chip AI versi mereka sendiri. (DK)