Empat saham tambang emas masuk portofolio ETF VanEck

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA – Empat saham produsen emas asal Indonesia bergabung dalam Global Junior Gold Miners Indeks (GDXJ), indeks yang menjadi acuan bagi ETF VanEck.

Keempat saham tersebut adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT J Resources Asia Tbk (PSAB).

Dari keempat saham, tiga di antaranya merupakan pendatang baru. Ketiganya adalah saham EMAS yang dimiliki oleh Edwin Soeryadjaya dan Winoto Kartono, ARCI yang dikendalikan oleh Peter Sondakh, dan PSAB milik Jimmy Budiarto.

Sementara BRMS yang dikendalikan oleh Grup Salim tetap bertahan sebagai konstituen, setelah terpilih pada September 2025 lalu.

Masuknya keempat saham tersebut ke dalam GDXJ akan berlaku efektif pada 20 Maret 2026.

Sebagai catatan, BRMS saat ini juga berada di dalam Global Gold Miners Indeks (GDX) bersama dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sejak September 2025.

Evaluasi GDX berikutnya akan diumumkan pada 12 Juni 2026 dan akan berlaku efektif pada 19 Juni 2026. Sedangkan evaluasi berikutnya untuk GDXJ dijadwalkan pada 11 September 2026.

Menurut data IDNFinancials.com, harga saham BRMS turun 14,56% pada perdagangan Senin (16/3) kemarin dan bertahan di level Rp675 per lembar.

Sebaliknya, harga saham EMAS melesat 17,86% pada perdagangan Senin. Sementara harga saham ARCI naik 5,30% dan PSAB naik 13,27%. (KR)