Perang dagang kurangi dominasi baja AS di pasar Kanada
Selasa, 17 Maret 2026

WASHINGTON - Peran United States sebagai pemasok utama baja impor ke Canada mulai melemah setelah setahun perang dagang antara kedua negara.Data Canadian Steel Producers Association menunjukkan produsen baja AS mengirimkan sekitar 22% lebih sedikit baja ke Kanada sepanjang 2025, atau turun sekitar 700.000 ton.Seperti dikutip Finance Yahoo, pangsa pasar impor baja AS juga menyusut menjadi 36% dari sebelumnya sekitar 39%.Perubahan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada Maret tahun lalu menerapkan tarif terhadap baja impor.Kebijakan tersebut memicu tarif balasan dari sejumlah negara, termasuk Kanada, yang kemudian mengubah arus perdagangan global.Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “retakan” dalam tatanan perdagangan dunia.Ekonom dari University of Toronto, Peter Warrian, mengatakan kebijakan perdagangan baru yang dipicu oleh langkah Trump telah menekan aktivitas perdagangan global, khususnya di kawasan Amerika Utara.Secara keseluruhan, volume impor baja Kanada pada 2025 turun 16% menjadi sekitar 2,4 juta ton dari 3,1 juta ton pada 2024, menurut data CSPA.Meski pangsanya menurun, Amerika Serikat masih menjadi pemasok baja terbesar bagi Kanada.Namun komposisi negara pemasok mulai berubah seiring pemerintah Kanada menerapkan berbagai kebijakan proteksionis.Menurut Wakil Presiden CSPA untuk urusan perdagangan, François Desmarais, impor baja dari AS dan China sama-sama menurun.Pengiriman baja China ke Kanada turun sekitar 38% menjadi 400.000 ton dari 650.000 ton pada tahun sebelumnya.Pangsa impor baja China juga menyusut menjadi sekitar 6% dari sebelumnya 8%.Sebaliknya, beberapa negara seperti Argentina, Mexico, dan South Korea justru meningkatkan pangsa pasar mereka di Kanada.Data dari Global Affairs Canada juga menunjukkan bahwa pengiriman baja AS mulai melambat tajam sejak perang dagang dimulai pada pertengahan Maret 2025.Pada kuartal pertama 2025, baja lembaran (flat steel), kategori terbesar yang banyak digunakan industri otomotif, masih didominasi AS dengan pangsa sekitar 55%.Namun pada tiga kuartal berikutnya pangsa tersebut turun rata-rata menjadi sekitar 45%.Warrian menilai dominasi AS pada produk baja lembaran masih cukup kuat karena aturan dalam Canada‑United States‑Mexico Agreement memberikan perlakuan tarif khusus bagi kendaraan yang diproduksi menggunakan baja dari Amerika Utara.Sebaliknya, pada kategori baja panjang seperti rebar yang banyak digunakan di sektor konstruksi, pangsa AS turun lebih tajam.Dari sekitar 30% pada awal 2025, pangsanya merosot menjadi rata-rata 14% pada kuartal berikutnya.Penurunan serupa juga terlihat pada produk pipa dan tabung baja, di mana pangsa AS turun dari 22% pada kuartal pertama menjadi sekitar 10% pada sisa tahun. (DK)