Investor menanti arah BI Rate, IHSG potensi jebol di bawah 7.000 lagi

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan lanjutan menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate, yang akan diumumkan Selasa (17/3) hari ini.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG turun 1,61% dan tutup di level 7.022,29 pada perdagangan Senin. Penurunan ini membuat IHSG mencatat kinerja terburuk, di antara indeks saham acuan negara emerging Asia lainnya.

Sentimen perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuat harga minyak melesat di atas US$100 per barel, salah satu beban utama bagi IHSG.

Analis Phintraco Sekuritas menilai sat ini investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang akan menjadi sentimen baru bagi pasar keuangan Indonesia.

Seluruh ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi BI akan tetap menahan suku bunga acuan di level 4,75%. Sementara pertumbuhan kredit diprediksi pada kisaran 10% untuk Februari 2026.

“Menjelang libur panjang, diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi,” jelas analis Phintraco, dalam riset yang disampaikan hari ini.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan begerak di rentang 6.900-7.150 pada Selasa (17/3), yang menjadi perdagangan terakhir sebelum memasuki libur panjang selama sepekan mendatang.

Dari Wall Street, tiga indeks acuan utama kompak menguat pada perdagangan Senin waktu AS. S&P 500 naik 1,01% hingga penutupan, Nasdaq Composite naik 1,22%, dan Dow Jones Industrial menguat 0,83%.

Harga minyak mentah brent turun 2,84% ke US$100,21 per barel. Namun harga minyak WTI naik 0,92% ke US$94,36 per barel dan gas alam naik 0,33% ke US$3,03 per MMBtu.

Pasar komoditas logam mulia mencatat penuruna harga emas 0,09% di pasar spot dan berada di level US$5.001,09 pada pembukaan sesi Asia hari ini. Harga perak naik 0,39% dan tembaga naik tipis 0,09%. (KR)