Investor pilih treasury jangka pendek jelang rapat The Fed
Selasa, 17 Maret 2026

NEW YORK - Investor obligasi mengambil sikap lebih defensif setelah perang di Timur Tengah menambah risiko pasar, dengan banyak yang beralih ke obligasi pemerintah jangka pendek menjelang keputusan kebijakan moneter oleh Federal Reserve.Pada Rabu, komite kebijakan moneter bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% setelah pertemuan dua hari, sambil menilai dampak konflik yang melibatkan Iran terhadap stabilitas harga dan lapangan kerja.Seperti dikutip Reuters, meskipun kehati-hatian meningkat, sebagian investor masih memperkirakan konflik tersebut akan berlangsung singkat dan tetap terkendali.Jika kenaikan harga minyak tidak terlalu memicu inflasi, kondisi itu dapat memberi ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga pada akhir tahun, yang berpotensi mendorong reli obligasi pemerintah AS.Untuk sementara, kombinasi ketegangan geopolitik, inflasi yang masih tinggi, dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah membuat arah kebijakan moneter semakin sulit diprediksi.Ketidakpastian ini membuat sebagian investor menghindari obligasi jangka panjang hingga ada kejelasan mengenai perkembangan konflik dan respons bank sentral.Manajer portofolio di TwentyFour Asset Management, Danny Zaid, mengatakan investor kini lebih berhati-hati dan cenderung menjauhi segmen pasar obligasi yang lebih berisiko.Survei klien terbaru dari J.P. Morgan menunjukkan posisi jual bersih investor terhadap obligasi pemerintah AS mencapai level tertinggi sejak awal Februari, sebagai langkah untuk membatasi risiko suku bunga.Imbal hasil obligasi dua tahun AS naik sekitar 31 basis poin sepanjang Maret, menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2024.Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa bank sentral mungkin tidak dapat memangkas suku bunga karena lonjakan harga minyak yang memicu tekanan inflasi.Harga minyak mentah AS sendiri melonjak sekitar 46% bulan ini, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2020.Chief Investment Officer di Hirtle Callaghan, Brad Conger, mengatakan obligasi pemerintah AS tetap menjadi lindung nilai terhadap potensi perlambatan ekonomi, baik jika perang berakhir cepat maupun berlangsung lebih lama.Sementara itu, pasar suku bunga kini hanya memperkirakan pelonggaran sekitar 24 basis poin tahun ini, turun dari ekspektasi sekitar 55 basis poin sebelum konflik dimulai.Perdebatan mengenai arah suku bunga diperkirakan akan semakin jelas ketika Federal Reserve merilis proyeksi ekonomi terbaru, termasuk perkiraan suku bunga para pejabat yang dikenal sebagai “dot plot”.Namun sejumlah investor menilai bank sentral kemungkinan tidak akan banyak mengubah panduan kebijakan dalam waktu dekat, mengingat tingkat ketidakpastian yang masih sangat tinggi akibat konflik Iran. (DK)