TAPG kantongi laba Rp3,84 triliun pada 2025, tumbuh 19%
Selasa, 17 Maret 2026

JAKARTA - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar 19% menjadi Rp3,84 triliun dari Rp3,24 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat Rp186 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan usaha perseroan mencapai Rp11,4 triliun atau naik 18% dibandingkan Rp9,67 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut didominasi segmen crude palm oil (CPO) dengan kontribusi 83%, diikuti palm kernel (PK) sebesar 12% dan palm kernel oil (PKO) sebesar 5%.
Penjualan produk kelapa sawit dan turunannya tercatat 11.378.649 pada 2025, meningkat sekitar 18% dari 9.640.778 pada 2024. Sementara itu, penjualan produk karet dan turunannya turun menjadi 23.549 dari 30.685 pada tahun sebelumnya atau turun sekitar 23%. Produk kelapa sawit dan turunannya tetap menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti meningkat 3% menjadi 3,04 juta ton. Produksi TBS dari kebun plasma naik 17% menjadi 384 ribu ton.
Produksi di pabrik kelapa sawit (PKS) juga meningkat 3% sepanjang 2025. Saat ini TAPG mengoperasikan 18 PKS dengan kapasitas terpasang 995 ton per jam. Perseroan berencana membangun satu PKS baru pada 2026 dengan kapasitas 30–45 ton per jam.
TAPG juga mencatat tiga pelanggan utama dengan kontribusi signifikan terhadap penjualan. Penjualan kepada PT Kutai Refinery Nusantara mencapai 2.50 triliun atau setara 21,93% dari total penjualan. Penjualan kepada PT Sinar Alam Permai sebesar 2.40 triliun atau 21,09%.
Adapun penjualan kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) tercatat 1.06 triliun atau sekitar 9,30% dari total penjualan. Secara keseluruhan, penjualan kepada ketiga pelanggan tersebut mencapai Rp5,97 triliun pada 2025, setara 52,32% dari total penjualan grup. Pada 2024, kontribusinya tercatat 5.927.368 atau sekitar Rp5,93 triliun, setara 61,28% dari total penjualan.
Dari sisi neraca, total aset TAPG meningkat 3% menjadi Rp14,70 triliun dari Rp14,30 triliun. Liabilitas tercatat Rp3,01 triliun atau turun sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekuitas meningkat 4% menjadi Rp11,69 triliun. Arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp3,4 triliun pada 2025 atau naik sekitar 6% dibandingkan tahun sebelumnya. (DH)