Harga minyak global naik, Menkeu pastikan BBM subsidi tidak berubah

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun harga minyak mentah dunia sempat melonjak akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Enggak, kita enggak akan naikkan harga BBM," kata Purbaya seusai menghadiri rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip cnbc, Senin (16/3).

Ia menjelaskan pemerintah memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam tekanan dari lonjakan harga minyak mentah global. Langkah itu diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas yang membahas dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian.

Harga minyak mentah dunia sebelumnya sempat menembus lebih dari US$100 per barel, jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang berada di kisaran US$70 per barel. Namun, Purbaya menilai kondisi fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk menyerap tekanan tersebut.

"Jadi ketika harga minyak dunia naik kan kalau kita naikkan langsung, di pass through ke harga BBM, itu kan memperlambat ekonomi apa enggak? mempengaruhi daya balik apa enggak? pasti mempengaruhi kan. Jadi diabsorb dulu oleh APBN dan pemerintah," tegas Purbaya.

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat harga BBM domestik tetap relatif stabil meski pasar energi global bergejolak, terutama setelah jalur perdagangan minyak utama dunia di Selat Hormuz terdampak konflik kawasan.

"Jadi di luar enggak ada gejolak berarti kan sekarang? Ya karena pemerintah mengabsorb kenaikan biayanya," ucapnya.

Purbaya, menambahkan APBN masih memiliki daya tahan untuk merespons lonjakan harga minyak dunia, meski ia tidak merinci berapa lama pemerintah dapat mempertahankan kebijakan tersebut.

"Kalau saya mah tahan terus," tegas Purbaya sambil menunjukkan gestur kuat dengan mengepalkan kedua tangannya.(DH)