BI Rate tetap 4,75% akibat rupiah tertekan perang Timur Tengah

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 16–17 Maret 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan suku bunga deposit facility juga tetap ditahan pada level 3,75% dan lending facility di 5,50%.

Posisi itu tak berubah sejak terakhir kalinya BI memangkas suku bunga acuan pada September 2025, sekaligus menjadi level suku bunga terendah sejak 2022.

“Keputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027,” kata Perry, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (17/3) siang hari ini.

Di samping itu, Perry mengaku BI akan terus mengoptimalkan instrumen moneter guna menjaga ketahanan eksternal, termasuk mengantisipasi dampak lanjutan dari eskalasi konflik global.

Dari dalam negeri, Perry menambahkan bank sentral juga tetap memperkuat kebijakan makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan di dalam negeri.

Perry mengakui pada RDG bulan ini, BI tak lagi membuka kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga, lantaran eskalasi konflik di Timur Tengah yang menjadi pemberat bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Kami hilangkan karena memang kami akan tetap mempertahankan BI Rate lama ini, untuk memperkuat intervensi dan juga kecukupan cadangan devisa, dan menakarnya sesuai dinamika ke depan,” ungkap Perry. (KR)