Laba INCO melonjak 32% jadi Rp1,27 triliun di tahun 2025

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat laba bersih naik 32% secara tahunan menjadi US$76,1 juta atau Rp1,27 triliun pada 2025, dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.720 per dolar AS.

Dengan demikian, laba per saham (EPS) ikut meningkat menjadi US$0,0072.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 INCO, kenaikan laba ini sejalan dengan pendapatan perseroan yang juga berhasil tumbuh 4,2% menjadi US$990,2 juta, meski harga realisasi rata-rata nikel matte tahun 2025 menurun 7%.

Pendapatan ditopang kontribusi utama dari nikel matte sebesar US$888,6 juta, atau 89,7% dari total pendapatan, disusul segmen bijih nikel yang menyumbang US$101,6 juta atau 10,3%.

Secara operasional, produksi nikel dalam matte pada kuartal IV 2025 tercatat 17.052 ton, turun 12,1% dibandingkan kuartal III 2025 sebesar 19.391 ton. Penurunan ini terkait pembangunan kembali Furnace 3 sejak November 2025 yang ditargetkan selesai Mei 2026.

Meski demikian, produksi sepanjang tahun 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, meski hanya naik 1% menjadi 72.027 ton.

"Meskipun berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku pada Juli tahun lalu, serta volume pengiriman yang lebih tinggi, mendorong kenaikan total pendapatan Perseroan," ujar manajemen dalam siaran resminya, Selasa (17/3).

Selain nikel matte, Perseroan juga memperluas portofolio melalui penjualan bijih nikel saprolit pertamanya dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa pada tahun 2025.

Sepanjang 2025, volume penjualan mencapai 2,32 juta wet metric tons (wmt), dengan puncak bulanan pada Oktober sebesar 516.167 wmt.

Kontribusi utama penjualan bijih nikel ini berasal dari Blok Bahodopi, setara 87,1% dari total volume penjualan atau mencapai 2 juta wmt.

Mengacu pada laporan keuangan Perseroan, penjualan perseroan didominasi ekspor ke pihak berelasi sebesar US$888,6 juta, termasuk ke Vale Canada Limited sebesar US$711,5 juta dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. sebesar US$177,1 juta.

Sementara itu, penjualan domestik ke pihak ketiga hanya mencapai sekitar 10,3% dari total pendapatan, atau senilai US$101,6 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat 4,4% menjadi US$879,34 juta, didorong oleh beban pokok produksi yang bengkak 6% menjadi US$888,30 juta. 

Dari sisi pemasok, transaksi dengan PT Pertamina Patra Niaga juga naik 8,5% menjadi US$180,58 juta pada 2025.

Sebagai catatan, belanja modal (capex) INCO melonjak 46,3% pada 2025 menjadi US$485,9 juta, terutama untuk pengembangan proyek dan kebutuhan sustaining. Hingga akhir 2025, saldo kas tercatat US$376,3 juta. (DH/ZH)