Investor asing di balik IPO Super Bank, dari Singapura hingga Korea
Selasa, 25 November 2025

JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membuka sederet nama investor, yang ikut membawa entitas bank digital ini memulai debut perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, mayoritas saham SUPA saat ini berada di bawah kendali PT Elang Media Visitama (EMV). Entitas milik Grup Emtek ini mengendalikan 31,11% saham SUPA secara langsung.
Kepemilikan saham EMV di SUPA setara 9,17 miliar saham seri A, dengan nilai nominal Rp917,58 miliar.
Selain EMV, ada sembilan investor lain yang ikut menjadi pemegang saham SUPA, setelah perusahaan terakhir kalinya merevisi akta badan hukum pada 11 November 2025.
Berikut ini adalah deretan pemegang saham SUPA, sebagaimana disampaikan dalam prosepktus:
Berdasarkan data itu, setidaknya ada lima investor asing yang tercatat sebagai pemegang saham SUPA.
Empat di antaranya berasal dari Singapura: GXS Bank, A5DB Holdings, Singtel Alpha Investments, dan Glas Trust sebagai wakil dari Bersama Sustainability Trust. Sisanya adalah KakaoBank yang berasal dari Korea Selatan.
Sebagai catatan, SUPA awalnya dibentuk pada 1993 dengan nama PT Bank Fama Internasional. Saat itu perusahaan masih di bawah kendali tiga investor individual asal Indonesia yaitu Junus Jen Suherman, Dewi Janti, dan Eddie Susanto.
Namun pada 2021, Grup Emtek mengakuisisi mayoritas saham Bank Fama dari tiga pemegang saham itu. Akuisisi bank yang berpusat di Bandung ini berlangsung pada harga Rp908 miliar.
Dalam IPO yang dijadwalkan rampung pada 17 Desember 2025, SUPA akan melepas 4,4 miliar atau setara 13% sahamnya kepada publik.
SUPA menargetkan tambahan modal maksimal Rp3,06 triliun dari aksi korporasi ini, lebih tiga kali lipat lebih tinggi dari ongkos yang dikeluarkan oleh Grup Emtek saat mengakuisisi perusahaan ini. (KR)